Ini yang Dibahas KIH Dalam Pertemuan Rahasia

Koalisi Indonesia Hebat

 

Koalisi Indonesia Hebat
Koalisi Indonesia Hebat

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah SK Menkum HAM yang mengesahkan kepengurusan Golkar Agung Laksono terbit, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menggelar pertemuan rahasia Senin (23/3). Meski tertutup, namun salah satu politikus PPP mengaku kalau pertemuan tersebut hanya pertemuan biasa.

“Silaturahmi aja, pertemuan rutin. Membahas perkembangan politik terakhir,” kata Sekjen PPP hasil Muktamar Surabaya Aunur Rofiq, Selasa (24/03).

Pertemuan itu digelar di kediaman Wiranto di Bambu Apus, Jakarta Timur, berlangsung mulai waktu makan siang hingga sore hari. Semua pentolan KIH hadir, kecuali Surya Paloh, yang saat itu sedang berada di luar negeri. Mereka yang hadir yaitu Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum PKPI Sutiyoso, Ketum PPP Romahurmuziy plus Sekjennya Aunur Rofiq, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, dan Sekjen NasDem Patrice Rio Capella.


Menurut Aunur, pembahasan utama pertemuan itu adalah soal ekonomi. KIH merumuskan saran ke pemerintah, cara untuk mengatasi kemerosotan nilai rupiah. “Karena kalau nilai rupiah merosot terus, utang kita bertambah. Untuk kondisi sekarang pertambahan utangnya mencapai Rp 30 triliun. Kita merumuskan bagaimana untuk menjaga nilai tukar kita, harus bisa tak menjadi defisit di neraca perdagangan. Komoditi-komoditi ekspor kita dorong, barang-barang impor kita harus cari substitusi,” ulas Aunur.

Dua pembahasan utama lain adalah soal Golkar dan kapolri. KIH mencermati keinginan Agung Laksono membawa Golkar merapat mendukung pemerintah.

“Jadi KIH tidak boleh mencampuri atas proses yang ada di Golkar. Kita mencermati perubahan-perubahan itu. Statemen Munas Golkar yang ada di Ancol ingin bergabung ke pemerintah. Tentu bagi partai pendukung pemerintah, itu menjadi perhatian,” ujar Aunur.

Sementara terkait calon kapolri yang diusulkan pemerintah, KIH masih mempertimbangkan sikap yang akan diambil. Sejauh ini KIH mendukung sikap Fraksi PDIP di paripurna Senin (23/03), yaitu meminta penjelasan ke Presiden Jokowi atas pembatalan pelantikan Komjen Budi Gunawan dan pencalonan Komjen Badrodin Haiti.(trq/fjp/ril)