Dinilai Hanya Janji Manis, Warga Kembali Ancam Blokir Tol Jagorawi

Warga Desa Bojongnangka kembali ancam blokir tol. Foto: Kelik/Radar Bogor (Grup Pojoksatu.id)
Warga Desa Bojongnangka kembali ancam blokir tol. Foto: Kelik/Radar Bogor (Grup Pojoksatu.id)
Warga Desa Bojongnangka kembali ancam blokir tol. Foto: Kelik/Radar Bogor (Grup Pojoksatu.id)

POJOKSATU.id, BOGOR – Warga Desa Bojongnangka sepertinya sudah tak percaya dengan janji manis pengelola jalan tol (Jasa Marga). Karenanya, aksi susulan dengan memblokir jalan tol akan kembali dilakukan warga.

Meski Polres Bogor yang dipimpin Kapolres Bogor, AKBP Sonny Mulvianto Utomo sudah mencoba memediasikan warga dengan Jasa Marga di aula Polres Bogor, Senin (23/3), perwakilan Jasa Marga Djoko Subandono yang berusaha meyakinkan para tokoh masyarakat menemui jalan buntu.

Sebab, warga tetap dalam pendiriannya untuk mengadakan aksi lanjutan (memblokir jalan tol). Ini dikarenakan, warga Desa Bojongnangka sudah tidak percaya dengan janji pengelola jalan tol tersebut. Apalagi sebelumnya PT Jasa Marga telah berjanji akan membangun jembatan di atas Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) namun hingga kini belum juga terealisasi.

“Kami butuh bukti, bukan janji,” terang Ahmad (41), warga Kampung Cikuda, Desa Bojongnangka, seperti dikutip Radar Bogor, Senin (23/3).


Ahmad mengaku akan kembali mengkoordinir warga untuk memblokade jalan tol itu. “Kalau tokoh masyarakat bungkam, generasi muda yang akan turun ke lapangan. Kami berikan waktu tujuh hari. Sekarang sudah dua hari, masih ada lima hari lagi untuk Jasa Marga menunaikan janjinya,” terangnya.

Tiga bulan lalu, kata dia, warga dijanjikan pihak Jasa Marga untuk membangun jembatan penyeberangan orang (JPO). Namun, hingga warga melakukan pemblokiran jalan belum juga ada tanda-tanda perbaikan.

“Sangat bodoh kalu percaya janji itu lagi,” terangnya.

Sementara itu Kapolres Bogor, AKBP Sonny Mulvianto Utomo belum bisa dikonfirmasi terkait mediasi tersebut.

Dikonfirmasi terpisah Wakapolsek Gunungputri, AKP Hafidz Iskandar mengatakan, pihaknya terus siaga untuk mengantisipasi aksi warga.

“Saat ini kami masih siaga. Ini mengantisipasi terjadi aksi bolkade jalan tol terulang kembali,” terangnya.

Dia mengatakan, hingga kemarin (23/3) tidak ada tanda-tanda aksi warga Desa Bojongnangka.(azi/lya)