Banten Fokus Tiga Jenis Bencana

TERKENDALA CUACA: Suasana evakuasi korban bencana tanah longsor di Dusun Jemblong, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Sabtu (13/12). (Himawan Listya Nugraha/EPA)
TERKENDALA CUACA: Suasana evakuasi korban bencana tanah longsor di Dusun Jemblong, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Sabtu (13/12). (Himawan Listya Nugraha/EPA)
TERKENDALA CUACA: Suasana evakuasi korban bencana tanah longsor di Dusun Jemblong, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Sabtu (13/12). (Himawan Listya Nugraha/EPA)

POJOKSATU – Sebanyak 78 pabrik kimia yang ada di Provinsi Banten sangat rawan menimbulkan bencana. Selain potensi bencana industri, bahjan Banten juga rawan terhadap potensi bencana alam dan sosial.

“Potensi penyebab timbulnya bencana dikelompokan dalam tiga jenis bencana, bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial, dan ketiga potensi bencana itu ada cukup berpotensi terjadi di Banten,”ujar Plt Gubernur Banten, Rano Karnousai acara Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Gubernur mengenai Raperda tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana,  kemarin (23/3).

Ia menjelaskan, secara nasional Banten masuk daerah rawan bencana. Karena potensi kerawanan itu sangat besar, maka dibutuhkan kesiapan secara aturan hukum. Untuk itu, Provinsi Banten tengah mengodok Peraturan Daerah (Perda) Banten Penanggulangan Bencana Alam, yang isinya akan mengatur terkait penanganan hingga penganggaran.

“Sebanyak 78 pabrik kimia ada di Banten, maka diperlukan kesiapan khusus sebagai antisipasi,” ujar Rano


Dengan adanya Perda penanggulangan bencana tersebut, Pemprov Banten akan sangat leluasa dalam menggunakan anggaran dalam penanggulangan bencana. “Kita akan siapkan dana cadangan Rp10 miliar, dan ini sebagai bentuk antisipasi kita,” katanya.

Sebanyak Rp10 miliar dana cadangan yang disiapkan itu sangat penting. soalnya musibah seperti puting beliung, longsor tidak bisa diprediksi‎. Dengan adanya Perda ini, Pemprov Banten bisa juga mengirimkan bantun kepada daerah lain yang tengah mengalami bencana. “Banyak fungsinya, Kita bisa mengirim orang, untuk membantu bencana di daerah lain,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah mengatakan, mencermati lebih lanjut  usulan draft Raperda Penanggulangan Bencana tersebut, dirinya bersama dengan anggota DPRD lainnya menganggap sebagai bentuk penyadaran dan persiapan dini terhadap penanggulangan dan skenario penanganan kebencanaan di Banten. “Kami sama-sama tahu, bahwa Banten merupakan daerah yang menjadi sorotan dalam hal kerawanan bencana. Namun kami akan pelajari draf itu, dan akan bahas sesuai jadwal‎,” kata dia. (bud)