Seragam Tentara ISIS Junior di Tambun

SERAGAM : Kapolda Irjen Pol Unggung Cahyono membeberkan seragam tentara ukuran anak-anak dalam gelar barang bukti di Tambun, Kabupaten Bekasi, kemarin.
SERAGAM : Kapolda Irjen Pol Unggung Cahyono membeberkan seragam tentara ukuran anak-anak dalam gelar barang bukti di Tambun, Kabupaten Bekasi, kemarin.
SERAGAM : Kapolda Irjen Pol Unggung Cahyono membeberkan seragam tentara ukuran anak-anak dalam gelar barang bukti di Tambun, Kabupaten Bekasi, kemarin.

POJOKSATU – Video anak-anak sedang memanggul senjata dan berlatih perang yang terpampang di youtube beberapa waktu lalu, kini berbuntut panjang. M Fachri (MF) dan empat rekannya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kelimanya kemarin dibekuk Tim Satgasus Antiteror dan Detasemen Khusus 88 lantaran diduga terkait jaringan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS).

Lima orang yang dibekuk itu antara lain; M. Fachri (MF), Aprianul Henri alias Mul (AH), Jack alias Engkos Koswara (EK), Amin Mude (AM), dan Furqon (FQ). Kelimanya dibekuk secara terpisah, mulai dari Petukangan Jakarta Selatan, Pamulang Tangerang Selatan, Cibubur, dan berakhir di Tambun sejak Sabtu (21/3) hingga kemarin (22/3).

Di Tambun, usai menggeledah kediaman EK di Perumahan Puri Cendana Blok B 15 nomor 18, kemarin, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono mengungkapkan, kelompok ISIS ini merupakan kelompok yang merekrut dan mendanai sejumlah anggotanya menuju wilayah perang di Suriah. Termasuk 16 WNI yang dikabarkan hilang di Turki dan akhirnya diketahui akan berangkat menuju perbatasan Suriah.

Selain itu, kelompok MF cs ini juga ditengarai telah meng¬-upload video anak-anak yang sedang berlatih perang dan memanggul-manggul senjata jenis M-16. Video ISIS junior ini sempat menghebohkan empat hari yang lalu.
Sejumlah barang bukti diungkapkan ke publik.
Diantaranya, seragam tentara berukuran anak-anak, senjata rakitan mirip M-16, senapan angin rakitan, uang tunai Rp8 juta, uang dalam bentuk mata uang dolar sejumlah US 5300, dokumen paspor dan tiket, Sembilan unit ponsel, dan laptop lengkap dengan hardisk eksternalnya serta sejumlah buku dengan ideologi ISIS.
“MF dikenakan undang-undang IT karena selain melakukan rekrutmen secara langsung, dia juga melakukannya melalui internet. Dan diduga termasuk yang mengupload video pelatihan anak oleh ISIS di youtube,” terang Kapolda Irjen Unggung Cahyono.


Khusus MF, kata dia, dijerat dengan tiga pasal berlapis, yakni UU No. 15 tahun 2003 tentang pemberantasan teror, UU No. 9 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pidana pendanaan terorisme, dan UU No.11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan makar.

Empat orang lainnya, Aprianul Henri alias Mul (AH), Jack alias Engkos Koswara (EK), Amin Mude (AM), dan Furqon (FQ). Keempat tersangka dijerat dengan pasal UU No. 15 tahun 2013 tentang pemberantasan teror, dan UU nomor 9 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pemberantasan tindak pidana pendanaan teror serta makar.

Menurut Kapolda, MF biasa mengunggah berita-berita provokatif karena diduga termasuk sebagai pemilik website www.almustaqbal.net, dia bersama empat tersangka lainnya juga melakukan perekrutan relawan dan memfasilitasi pemberangkatannya untuk ikut berjuang bersama ISIS.

Jaringan ini, sambung Kapolda, diketahui telah memberangkatkan 16 WNI yang saat ini tertangkap di Turki karena akan menyebrang ke perbatasan Suriah. 21 WNI lainnya diduga telah bergabung bersama pasukan ISIS.

Bahkan beberapa paspor yang turut diamankan diketahui merupakan kesiapan anggota jaringan ISIS Engkos Koswara dan keluarganya yang sudah siap untuk menyusul relawan yang dia rekrut di Turki. “Paspor sudah siap tinggal berangkatnya saja suami istri dan anak-anaknya,” bebernya.

Selain MF dan Koswara yang memiliki peranan penting dalam jaringan tersebut, salah seorang terduga ISIS, yaitu FQ diketahui adalah seorang residivis asal Bima yang merupakan target operasi Densus 88. (mas)