Satpol PP Bogor Gatal Menindak Mini Market Jual Alkohol

ilustrasi. Foto: istimewa
ilustrasi. Foto: istimewa
ilustrasi. Foto: istimewa

POJOKSATU. id, BOGOR – Terkait aturan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel yang melarang minimarket menjual minuman beralkohol dibawah 5 persen atau bir, Satuan Polisi Pamong Praja siap membekukan izin mini market nakal pada 16 April mendatang.

Menurut Kasat Pol PP, Eko Prabowo mengatakan sosialisasi sudh dilakukan oleh Dinas Perindustrian Kota Bogor (Disperindag) bahwa mulai 16 April mini market tidak boleh menjual bir.

“Pasca 16 april kita akan sidak di mini market dan kita akan panggil pemiliknya yang tidak mengindahkan aturan. Tokonya juga siap kami segel dan izinnya dibekukan,” tegas Eko Prabowo saat ditemui Pojoksatu. id, Senin (23/3/2015).
Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Bogor, Bambang Budianto mengatakan, hanya supermarket yang boleh menjual bir. Pembeli juga harus menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mendapatkannya.

“Sesuai Permendag jika mini market tidak boleh menjual minuman beralkohol golongan A. Kalau mau beli ya di supermarket, tapi harus punya KTP dulu dan berusia diatas 21 tahun,” ujarnya.


Disperindag Kota Bogor sebelumnya sudah melarang mini market untuk menambah stok bir hingga habis pada 16 April 2015.

Aturan ini mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 6 Tahun 2015 Tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.(cr1)