Rumah Dinas Wakil Walikota Bogor Jadi Tempat Cukur Tuai Kecaman

Rumah dinas Walikota Bogor, Usmar Hariman di Vila Indah Pajajaran
Rumah dinas Walikota Bogor, Usmar Hariman di Vila Indah Padjajaran
Rumah dinas Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman di Vila Indah Pajajaran

POJOKSATU.id, BOGOR – Rumah dinas (rumdin) Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman di jalan Vila Indah Padjajaran, Jalan Dharmawangsa, Nomor 9, Bogor Utar, Bogor, Jawa Barat yang dijadikan tempat usaha menuai kecaman. Bahkan rencananya Satpol PP Kota Bogor bakal membongkar tempat usaha di rumdin Wakil Walikota Bogor tersebut.

Hanya saja, untuk melakukan pembongkaran, pihak Satpol PP sebelumnya harus menunggu instruksi dan pelimpahan laporan dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor.

“Tidak pakai segel segala. Langsung saja dibongkar. Rumdin tidak boleh seperti itu. Harusnya ada laporan dari penghuni ke bagian aset,” tegas Kabid Gakperda Satpol PP Kota Bogor, Lili Sutarwili kepada Radar Bogor (Grup Pojoksatu.id), Minggu (22/3).

Sanksi atas apa yang telah terjadi di rumdin wakil walikota tidak mengacu pada peraturan fungsi bangunan. Melainkan, sanksi moral karena penyalahgunaan aset yang dibangun menggunakan uang rakyat. “Aturan apa pun, itu rumah dinas, tidak bisa digunakan seperti itu,” katanya.


Desakan sanksi itu juga terlontar dari mulut sejumlah wakil rakyat. Anggota Komisi C DPRD Kota Bogor, Atty Sommaddikarya, menilai tindakan tersebut mencoreng nama baik Pemkot Bogor. Tak hanya itu, penyelewangan fungsi rumdin mencirikan kredibilitas pejabat pemkot.

“Khususnya wakil walikota ini. Kalau memang terbukti itu benar, berarti dia (Usmar) tidak mengerti fungsi dan peran dari rumah dinas,” kata Atty.

Masalah ini juga akan dibahas di dalam badan musyawarah (banmus) DPRD. Usmar juga akan dipanggil untuk dimintai konfirmasi. “Memprihatinkan, ya. Kalau digunakan untuk menolong korban bencana masih bisa dimaklumi,” ucapnya.

Sekadar diketahui, rumdin wakil walikota di Vila Indah Padjajaran, Jalan Dharmawangsa, Nomor 9, Bogor Utara, berubah fungsi menjadi tempat usaha. Ada tempat cukur rambut (barber shop) dan outlet pakaian di sana. Tak hanya itu, usaha yang diduga dikelola oleh anak kedua Usmar Hariman itu tak berizin.

Kalangan birokrat sendiri terkesan cuek menyikapi masalah itu. Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat tak mau berkomentar dan memilih bungkam. Padahal, Sekda merupakan pengelola aset pemerintah. “Saya tidak mau komentar,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala BPKAD Kota Bogor Hanafi sudah melaporkan temuan itu kepada Sekda. Sehingga menjadi kewajiban Sekda menindaklanjuti.(dhi/lya)