Beli Gas Melon Harus Pakai Kartu

Penjual Gas Melon di Cipanas, Cianjur. Foto : Farhan : Pojoksatu.id
Penjual Gas Melon di Cipanas, Cianjur. Foto : Farhan : Pojoksatu.id
Penjual gas melon di Cipanas, Cianjur. Foto  Farhan/Pojoksatu.id

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah berencana menerapakan sistem baru dalam pembelian gas elpiji 3 kg alias gas melon. Semua pembeli gas melon harus memiliki kartu dari pemerintah. Jika tak memiliki kartu, maka pembeli akan harus membeli dengan harga normal alias tanpa subsidi.

Penerapan sistem baru itu dilakukan guna distribusi gas melon tepat sasaran. “Ini pilot project dulu, kita liat nanti bagus atau nggak. Kalau bagus, kita lanjut,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi kementerian ESDM I Nyoman Wiratmaja.

Pria yang akrab disapa Wira itu menambahkan, kartu yang akan dibagikan kepada golongan masyarakat tidak mampu tersebut berisi saldo subsidi sebesar Rp 42 ribu sampai Rp 45 ribu. “Kita punya subsidi Rp26 triliun, sekian kalau dibagi dengan kartu yang ada berarti 42 ribu-45 ribu per keluarga. Ini yang kategori miskin sekarang,” imbuh Wira.

Dikatakan Wira, subsidi pada kartu tersebut diisi ulang setiap bulan. Sedangkan harga elpiji 3 kg yang dijual akan disamakan dengan elpiji non subsidi 12 kg, sehingga harga elpiji murah bisa didapat jika pembeli bisa menunjukan kartu tersebut.


Kartu tersebut, lanjut Wira, akan dikirimi uang dari dana subsidi elpiji. “Kalau sudah berjalan, maka harga elpiji di pasar nanti sama saja, baik yang 12 kg maupun¬† 3 kg, sama saja harganya. Subsidinya tidak dicabut, tapi tetap sasaran, masyarakat yang memang butuh,” imbuhnya.

Menurut Wira, rencana pembuatan kartu masih dalam tahap uji coba di beberapa daerah yang terisolasi seperti Batam, dan Bangka Belitung. “Diterapkan di daerah yang agak tertutup agar mudah mengontrolnya,” pungkasnya. (one)