Alquran dan Wanita Dibakar, 13 Pejabat Dipecat

Aksi protes terhadap pembakaran Alquran
Aksi protes terhadap pembakaran Alquran
Aksi protes terhadap pembakaran Alquran

POJOKSATU.id – Seorang wanita di Afghanistan, Farkhunda (27) dihakimi massa lalu dibakar hingga tewas karena dituduh membakar Alquran. Kejadian itu membuat Kementerian Dalam Negeri Afghanistan memberhentikan 13 pejabat.

Salah satu dari 13 pejabat yang dipecat itu adalah kepala kepolisian daerah tempat terjadinya penghakiman massa itu. Tidak dijelaskan secara rinci peran para pejabat tersebut dalam insiden tewasnya Farkhunda.

Farkhunda diseret keluar dari sebuah masjid di Kabul pada Kamis (19/03) oleh massa yang marah. Mereka menghakimi perempuan tersebut dan kemudian membakar tubuhnya. Jenazah Farkhunda dimakamkan pada hari Minggu (22/03). Sebelum dimakamkan, peti jenazah Farkhunda diarak para aktivis perempuan.

Ayah Farkhunda, Mohammad Nadir, mengecam keras tindakan yang dilakukan terhadap putrinya. Ia mengaku putrinya tidak melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan.


“Farkhunda tidak membakar kitab suci Alquran. Seorang ulama telah ditahan dan mengaku jika ia dibohongi dan diberi informasi salah,” ujar Nadir seperti dilansir BBC, Minggu (22/3/2015).

“Beberapa orang bodoh memerintahkan agar Farkhunda dipukuli dengan mengatakan ia bukan seorang muslim,” tambah Nadir.

Kepala penyelidik Afghanistan telah menegaskan tidak ditemukan bukti yang menunjukkan Farkhunda membakar Alquran.

Sebelumnya diberitakan, wanita di Afghanistan dihajar massa dan dibakar hingga tewas karena membakar salinan kitab suci Alquran di dekat Masjid Shah-Du-Shamshaira, Kabul.

Menurut keterangan seorang komandan polisi setempat, Mohammed Saleh kepada BBC, Kamis (19/3), wanita itu tewas seketika setelah ratusan penduduk menyerangnya dengan batu dan tongkat. Tubuh wanita itu pun kemudian dibakar.

“Mereka memukulinya sampai mati dan kemudian melemparkan dirinya di sisi sungai dan membakarnya. Petugas pemadam kebakaran kemudian datang dan memadamkan api dan mengambil tubuhnya,” kata salah seorang saksi mata di lokasi kejadian. (BBC/one)