Tiga Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Tumbangnya Pohon Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor

POJOKSATU. id, BOGOR – Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Bogor Kota dalam kasus pohon tumbang di Kebun Raya Bogor (KRB) yang menelan tujuh korban jiwa dan puluhan luka-luka pada Januari lalu.

Kapolres Kota Bogor, AKBP Irsan mengatakan tiga tersangka tersebut ialah SN pengawas KRB, IA kepala sub bagian dan BP petugas lapangan. Ketiganya dianggap paling bertanggung jawab dalam peristiwa tumbangnya pohon Damar Agathis setinggi 5 meter dan menimpa rombongan pegawai yang sedang melakukan gathering di KRB.

“Tiga tersangka tersebut akan di jerat dengan pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia,” ujar Irsan.

Irsan menuturkan, penetapan tersangka tersebut berdasarkan proses penyidikan dengan meminta keterangan 12 saksi, 2 orang saksi ahli tanaman dari IPB, dan olah tempat kejadian perkara (TKP).


“Ketiga orang tersangka lalai melakukan pengawasan, pemeliharaan terhadap pohon-pohon yang dianggap rawan tumbang,” lanjutnya.

Sementara itu, hasil penelitian yang dilakukan tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di lokasi kejadian, pohon damar itu memang sudah keropos dan tidak sehat. “Secara visual pohon itu memang sudah jelek kondisinya,” ujar Kasat Reskrim AKP Aulia Djabar.

Auliya Djabar mengatakan, pihaknya sudah memeriksa dua saksi dari pihak korban, yaitu Kepala Subbidang Pemeliharaan Koleksi Tumbuhan KRB, Izu Andry dan Fijridiyanto. Berkas perkara juga sudah selesai dibuat pihak kepolisian tinggal diserahkan pada kejaksaan.

Sementara itu Kepala Pusat Konservasi Tumbuhn (PKT) kebun Raya LIPI Dr. Didik Widyatmoko mengatakan, dirinya enggan mau banyak berkomentar. “Saat ini kasus masih ditangani pihak Keplisian Polres Bogor Kota,” singkatnya.

Sebelumnya, pohon Damar tumbang menimpa puluhan pengunjung KRB, Minggu (11/1) sekitar pukul 10:00 WIB. Dalam kejadian tersebut, 7 orang tewas dan 30 lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban tewas dan luka merupakan karyawan PT Asalta Mandiri Agung (AMA) yang sedang melaksanakan gathering.

Korban tewas dalam peristiwa itu, Saefulloh (43), Sarijo (40), Supriyono (32), Suryana (43), Rizki (25), Ahmad Saefullah (43), dan Nur Ali (52).(cr1)