Batal Menikah, Anggota TNI Tinju Penghulu

suami minta izin menikah lagi
ilustrasi (menikah)
ilustrasi nikah, batal menikah, TNI Tinju penghulu
ilustrasi nikah

POJOKSATU.id, ACEH – Seorang penghulu, Hamdani (60) ditinju oknum anggota TNI berinisial MZ karena pernikahan adik kandungnya batal. Akibatnya, warga Desa Marek, Kecamatan Kawai XVI, Aceh Barat tersebut mengalami luka di bagian jari. MZ merupakan oknum anggota TNI dari satuan Korem 012 Teuku Umar.

Insiden pemukulan tersebut terjadi di Kantor Mapolsek Kecamatan Kawai XVI, saat Hamdani sedang memberikan keterangan kepada polisi terkait perkara batal nikah antara adik kandung pelaku dengan seorang pemuda Desa setempat.

“Saya dilempar pakai kursi, untung bisa ngelak, kalau tidak pasti kena muka saya,” ujar Hamdani kepada wartawan di Masjid Desa Marek, Kecamatan Kaway XVI, Sabtu (22/03).

Hamdani heran karena yang membatalkan pernikahan adalah mempelai perempuan. Padahal, mempelai laki-laki sudah meminang dan menyerahkan manyam kepada mempelai perempuan.


“Saya yang serahkan emas kepada keluarga wanita, kalau tidak salah bulan November 2014. Saya menjadi penghubung (penghulu) antar kedua belah pihak,” kisah Hamdani.

Kepala Desa Marek, Sabiri menjelaskan, menjelang hari pernikahan sesuai yang disepakati kedua belah pihak, tiba-tiba, secara sepihak keluarga calon mempelai perempuan membatalkan dan mereka ingin mengembalikan mahar emas 5 manyam kepada calon mempelai laki-laki.

Tentu, berdasarkan adat setempat, pengembalian mahar harus dua kali lipat. Tapi keluarga pelaku menolak, sampai permasalahn ini dibawa ke Polsek Kaway XVI karena sudah berlarut-larut.

Saat Hamdani memberikan keterangan kepada polisi terkait penyerahan mahar tersebut, terjadi cekcok antara kedua belah pihak. Pemukulan pun dilakukan MZ yang merupakan anggota Korem.

Kapenrem 012 Teuku Umar, Manyor Inf M. Ramdhan, saat dikonfirmasi wartawan  Sabtu (21/3) malam, mengatakan insiden pemukulan warga oleh oknum TNI itu sudah diselesaikan dengan cara damai sesuai adat yang berlaku di Desa setempat.

“Persoalan itu sudah kita selesikan secara damai, karena itu salah paham saja antara keluarga, namun secara institusi yang bersangkutan akan kita proses“ janjinya. (den/jpnn/one)