Astaga! Ibu Ini Ditusuk Pria di Depan Tiga Anaknya

duel maut petani wajo
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, KEDIRI – Momon, 20, warga Ngadisimo, Kota Kediri, tega menusuk Binti Ismiah, warga Kelurahan/Kecamatan Mojoroto. Penusukan itu terjadi saat Binti menjemput tiga anaknya les di Jalan Sriwijaya, Kota Kediri, Jumat malam lalu (20/3).

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00. Saat itu Binti menjemput tiga putranya yang baru selesai les. Binti menbonceng anak-anaknya dengan mengendarai sepeda motor. ”Saat itu korban menjemput putranya les,” tutur Kasubbaghumas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar kemarin (21/3).

Saat berada di Jalan Sriwijaya, Kota Kediri, laju motor Binti dihentikan Momon. Dia menghentikan Binti karena ingin menanyakan kondisi sepeda yang baru dipinjamnya.

Menurut Momon, setelah dipinjam, ban sepeda miliknya meletus. Momon minta ganti rugi atas kejadian tersebut. Dia meminta sejumlah uang kepada Binti. Keduanya lantas terlibat cekcok mulut. Karena emosi, Momon langsung mengambil sebilah pisau yang disimpannya.


Binti pun berupaya melindungi tiga putranya yang berada di motor. Dia berusaha merampas pisau di tangan Momon. ”Korban sempat melakukan perlawanan dan mencoba merampas pisau tersebut. Namun, tangannya tergores pisau saat merebut pisau itu,” terang Anwar.

Setelah berhasil mencabut pisau dari genggaman Binti, Momon kian membabi buta. Dia menusukkan pisau itu ke dada atas kiri tubuh ibu rumah tangga tersebut. Sebanyak dua kali Momon menusukkan pisau itu ke dada Binti.

Warga lantas berusaha menolong Binti. Mereka membawa korban ke RS Bhayangkara. Darah terus mengalir dari dada kiri dan jemari tangan kanan korban.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polres Kediri Kota. Polisi langsung mendatangi korban dan meminta keterangan singkat siapa pelakunya. Sambil menahan luka, Binti memberi tahu, pelakunya bernama Momon yang tinggal di Jalan PK Bangsa, Kelurahan Ngasimo, Kota Kediri.

Tim buru sergap (buser) langsung melakukan pengejaran. Namun, ketika petugas datang, Momon tidak berada di rumah.

Sekitar pukul 00.39 kemarin Momon kembali ke rumah. Polisi langsung menangkap dia. Tersangka dan barang bukti pisau diamankan di Mapolres Kediri Kota. ”Sekitar tiga jam setelah kejadian, kami berhasil mengamankan pelaku,” kata Anwar.

Saat ini petugas memeriksa Momon. Di hadapan penyidik, Momon mengaku mengalami gangguan jiwa. Namun, Anwar mene­gaskan, pihaknya akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan. Bila tidak terbukti mengidap gangguan jiwa, Momon akan dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. (mid/JPNN/c4/dwi)