Ahmad Heryawan Terserang Demam Biopori

Aher di Rada Bogor
Dari Kiri ke Kanan : Prof Kamir, Ahmad Heryawan, Hazairin Sitepu

 

POJOKSATU. id, BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) menyambangi kantor Pojoksatu.id di JL KH. R. Abdullah Bin Muhammad Nuh, No. 30, Taman Yasmin, Kota Bogor, Minggu (22/3/2015).

Bersama CEO Radar Bogor sekaligus Pojoksatu.id, Hazairin Sitepu dan penemu lubang biopori, Prof Kamir, Aher membahas soal manfaat lubang biopori yang kini telah mewabah di kota Bogor.

Prof Kamir dan Hazairin Sitepu begitu detail menjelaskan manfaat biopori untuk umat manusia dalam mengelola air hujan yang berlimpah di kawasan tropis seperti Indonesia khususnya Jawa Barat.


Kang Aher secara gamblang mendukung program ini, ia juga mengundang gerakan ini ditularkan di Bandung Kota dan Kabupaten Bandung.

Menurut Aher, salah satu cara masyarakat untuk menghormati air salah satunya dengan membuat lubang biopori. “Jadi air tidak mengalir begitu saja kan, kalau masuk kedalam lubang lalu terserap di tanah kan jadi bagus airnya balik lagi ke mata air,” ujarnya.

Ia juga berharap jika program ini dilakukan secara terus menerus, nantinya di Jawa Barat tidak lagi memerlukan air dalam kemasan. Karena air yang ada di rumah-rumah warga bisa siap minum.

“Ah jangan-jangan, air dalam kemasan yang katanya bermineral itu malah mineralnya sudah habis tergerus proses pembuatan. Karena pada dasarnya air yang ada di dalam tanah itu lebih kaya akan mineral,” lanjut Aher sembari tertawa.

Ucapan orang nomor sati di Jawa Barat itu dibenarkan oleh Prof Kamir. Ia mengatakan, jika lubang biopori itu diisi dengan sampah-sampah organik justru membuat air yang tersimpan di dalamnya semakin bagus. “Sekotor apapun airnya, kalau sudah diproses secara alami terserap ke dalam tanah pasti bisa dikonsmsi. Tidak perlu dimasak,” jelas Prof Kamir.

Maka dari itu, pak Gubernur siap membantu dalam gerakan 5 Juta Lubang Biopori khusunya di Jawa Barat dan Bandung (ibukota Jawa Barat -red). Dan akan menyiapkan satu tongkat bor biopori untuk setiap rumah di Jawa Barat.

Selain itu, untuk meyakinkan warga, ia juga akan menguji keampuhan lubang sedalam satu meter ini.

“Nanti kita coba air hujan yang mengenai genting dan menetes ke tanah kita arahkan masuk ke lubang itu. Setelah itu, untuk menguji airnya, kita buat sumur dangkal. Kalau airnya banyak dan bersih, pasti warga semangat untuk ngebor,” terangnya.

Menurut Aher, lubang biopori adalah salah satu cara untuk masyarakat agar menghormati air. Terlebih Jawa Barat merupakan pemasok air terbesar di Indonesia.

“Kan air mengalir dari hulu ke hilir tuh. Biasanya kalau dari huklu jernih pasa samapi di hilir jadi kotor. Nah kotornya itu kan akibat saat mengalir itu yang bercampur dengan segala macam kotoran. Makanya di tengah antara hulu dan hilir juga perku diperhatikan dengan menanam pohon misalnya. Dan salah satunya ya membuat lubang biopori, jadi resapan airnya maksimal,” lanjutnya.

Ia juga yakin, masyarakat Jawa Barat tidak perlu memasak air lagi dirumah untuk mendapat air bersih. Karena menurutnya, jika program biopori ini terus berjalan, air tanah bisa langsung dikonsumsi oelh masyarakat. “Ya paling manasin air kalau mau bikin kopi,” tuturnya.

Aher berjanji akan mengkampanyekan Gerakan 5 Juta Lubang Biopori di Bandung dengan menggerakkan anak-anak sekolah. “Kan SMA nanti dipegang provinsi, jadi bisa diarahkan programnya agar selaras,” tutup Ahmad Heryawan.(cr1)