Ahmad Heryawan Girang UU SDA Dibatalkan

Ahmad Heryawan Berbincang dengan Hazairin Sitepu
Ahmad Heryawan Berbincang dengan Hazairin Sitepu
Ahmad Heryawan Berbincang dengan Hazairin Sitepu

POJOKSATU. id, BOGOR – Dibatalkannya UU No. 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air oleh Mahkamah Konstitusi disambut antusias oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Pria yang akrab disapa Aher itu khawatir jika air dikomersilkan dan dikuasai oleh sebuah perusahaan swasta, masyarakat yang membutuhkan air malah tidak kebagian air.

“Ini kan anugerah Tuhan yang tidak bisa dimiliki siapapun, melainkan milik bersama,” ujar Aher saat menyambangi kantor Pojoksatu.id, Minggu (22/3/2015).

Mengenai pengelolaan air untuk didistribusikan pada masyarakat, Aher mengatakan itu bisa dikelola pemerintah untuk kemudian didistribusikan pada masyarakat tanpa memikirkan keuntungan.


Karena menurutnya air adalah sumber utama kehidupan manusia. Jika air bersih maka pengeluaran pemerintah untuk anggaran kesehatan dapat ditekan.

“Coba lihat semua orang sakit itu kebanyakan karena kurang mengkonsumsi air bersih. Ketimbang dana kesehatan, mendingan untuk subsidi air bersih untuk masyarakat. Lagi pula keuntungan dari penjualan air bersih pasti kecil. Nah jika masyarakat semua sudah mendapat air bersih, tingkat kesehatan juga pasti meningkat dan anggaran kesehatan bisa dihemat,” tegas Aher.

Ia juga mengimbau masyarakat khususnya warga Jawa Barat aga membantu mengelola dan memelihara air yang begitu melimpah di tanah Sunda dengan cara menjaga kebersihan air, jangan mencemari.

Kondisi air di beberapa daerah di Indonesia yang kondisinya memprihatinkan karena ulah masyarakatnya sendiri yang tidak pandai menghormati air. Menurutnya, jika kesadaran masyarakat untuk mennghormati air semakin baik, maka tak perlu lagi membeli air dalam kemasan. Karena masyarakat bisa meminum air langsung tanpa dimasak.

“Itu balik lagi karena pengetahuan orang Indonesia yang rendah soal bagaimana cara menghormati dan menjaga air. Pendidikan di Indonesia sendiri kan masih belum merata, jadi kesadarannya juga kurang,” ujarnya.

Pada intinya Aher sangat mendukung dibatalkannya UU Sumber Daya Air itu. Karena ai8r merupakan sumber kehidupan yang jauh lebih penting dari energi.

“Krisis energi mah tidak ada apa-apanya. Coba kalau kita krisis air dan krisis pangan, apa manusia tidak mati. Kalau krisis energi manusia tidak akan mati. Jadi marilah kita menjaga air. Pada dasarnya air itu sudah suci dari sumbernya,” urainya.

Sikap Aher ini bertepatan dengan Hari Air Sedunia yang jatuh pada hari ini, Minggu (22/3/2015). Namun ia mengatakan kampanye menghormati air bukan hanya hari ini saja, melainkan untuk seterusnya.

Ia juga memuji Gerakan 5 Juta Lubang Biopori yang dianggapnya termasuk cara untuk menghormati air. Gerakan ngebor biopori ini telah mewabah di kota Bogor dan telah mencapai 100 ribu lubang sejak dimulau sekitar tiga bulan lalu.

Aher juga berjanji akan mengkampanyekan gerakan ini di ibukota Jawa Barat, Bandung. Ia juga mengundang tim Bogor Sahabat datang ke Kota Kembang untuk mengkampanyekan pembuatan lubang sedalam satu meter itu.

Selain itu, Aher akan membuat program khusus yang dimana setiap rumah di Jawa Barat memiliki satu tongkat bor biopori.(cr1)