Wow, Pegawai Pajak Terima Tunjangan Setengah Miliar Rupiah

ilustrasi
berita rupiah terkini, pegawai pajak terima tunjangan setengah miliar
uang miliaran rupiah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Para pegawai di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan mendapatkan tunjangan pantastis. Jika terealisasi bulan depan, jumlah tunjangan kinerja yang diterima itu berlipat-lipat karena bakal dirapel dari Januari hingga April 2015, saat perpres tersebut mulai diundangkan. Sebagai contoh, Dirjen Pajak yang menerima tunjangan kinerja Rp 117.375.000 setiap bulan akan memperoleh empat kali lipat atau hampir setengah miliar rupiah, tepatnya Rp 469.500.000, pada April ini.

”Remunerasi ini berlaku mulai 1 Januari 2015. Jadi, jumlahnya nanti dirapel dari Januari sampai April. Karena perpresnya kan diperkirakan baru berlaku April dan ini berlaku surut,” papar Staf Ahli Kemenkeu Bidang OBTI (Organisasi Birokrasi dan Teknologi Informasi) Kemenkeu Susiwijono Moegiarso kepada koran ini Jumat (20/3).

Pejabat yang akrab disapa Susi itu memaparkan, perpres tersebut memang mengatur remunerasi bagi pegawai pajak akan diberikan 100 persen tahun ini. Remunerasi itu diberikan setiap bulan dengan besaran yang disesuaikan dengan peringkat jabatan. Dia memaparkan, remunerasi tertinggi adalah Rp 117.375.000 bagi pejabat eselon I, dalam hal ini Dirjen Pajak.

”Sementara yang terendah itu untuk jabatan pelaksana, tunjangan kinerjanya Rp 5,3 juta. Pelaksana ini biasanya pegawai pajak yang sudah lama dan sudah sepuh, dan biasanya hanya lulusan SMA,” ujarnya.


Susi melanjutkan, tunjangan kinerja yang diterima setiap bulan tersebut berada di luar gaji pokok dan tunjangan jabatan.

”Kalau gaji pokok dan tunjangan jabatan PNS kan di mana-mana sama. Yang saya tahu kalau eselon I kan gajinya cuma Rp 5 juta sampai Rp 6 juta. Tapi, tunjangan kinerja pegawai pajak memang grading-nya lebih tinggi dibanding yang lain, bahkan lebih tinggi daripada Ditjen Bea Cukai,” lanjutnya.

Menurut Susi, pemerintah memutuskan untuk memberikan remunerasi 100 persen tahun ini sebagai pancingan semangat para pegawai pajak dalam memungut pajak. Seperti diketahui, sesuai APBNP 2015, target penerimaan pajak pada 2015 ditetapkan sebesar Rp 1.484,6 triliun. Angka itu naik 20 persen daripada realisasi di APBNP 2014.

”Kita juga pengin ngasih cepet juga (remunerasi) ke pegawai pajak, biar semangat. Kalau ngasihnya telat, nanti malah nggak optimal penerimaannya. Tapi, cepet atau nggak kan dirapel juga,” paparnya.

Namun, lanjut Susi, remunerasi yang diberikan tahun depan disesuaikan dengan realisasi penerimaan tahun ini. Dengan demikian, seluruh pegawai pajak tidak lagi dipukul rata dan menerima tunjangan kinerja 100 persen. Dia memerinci, jika realisasi penerimaan pajak 2015 mencapai 95 persen ke atas, tunjangan kinerjanya mencapai 100 persen. Sebaliknya, bila realisasi penerimaan pajak 90 persen, tunjangan kinerja yang diterima pun hanya 90 persen.

”Kalau realisasi penerimaan 80 persen, ya tunjangannya 80 persen juga. Begitu juga kalau realisasinya 70 persen, ya segitu juga. Tapi, kalau realisasinya di bawah 70 persen dari target, tunjangan kinerja yang diterima hanya 50 persen,” urainya.

Bagaimana jika realisasi penerimaan pajak melebihi target? Susi menuturkan, pemerintah telah memikirkan hal tersebut. Dalam perpres, diatur di pasal 6, jika penerimaan pajak melebihi target yang ditentukan, tunjangan kinerja yang diberikan akan ditambah.

”Namanya TKL atau tunjangan kinerja lainnya. Tunjangan ini formulanya masih digodok Menkeu dan Men PAN-RB. Soal teknisnya, besarannya berapa, dan sebagainya. Tapi, sudah ada cantolannya di perpres yang baru diteken Presiden Jokowi itu. Karena kan kita belum tahu juga berapa realisasinya tahun ini dan belum dihitung,” paparnya.

Menurut Susi, pemerintah memang fokus pada peningkatan kinerja pegawai DJP, terkait upaya optimalisasi pencapaian target penerimaan pajak yang jumlahnya terbesar sepanjang sejarah. Apalagi, tidak ada kenaikan remunerasi sejak 2007. ”Karena itu, dengan remunerasi ini, kita berharap bisa mempertahankan talent-talent terbaik di DJP. Kemudian, bisa mendorong peningkatan kinerja secara signifikan,” imbuhnya. (jawapos/one)