Mengerikan, Listrik Jungleland Padam, Pengunjung Terjebak di Ketinggian 45 Meter

jungleland
Jungleland

 

POJOKSATU.id, SENTUL – Wahana Jungleland membuat ribuan pengunjungnya harus gigit jari. Pasalnya, listrik wahana di Sentul, Jawa Barat, Sabtu (21/3) padam. Niat menikmati puluhan wahana permainan pun berganti hanya mengelilingi taman-taman yang ada. Padahal biaya yang dikeluarkan untuk masuk mencapai Rp 200 ribu per orang saat akhir pekan, untuk pengunjung reguler.

“Ayo pak, naik itu pak,” ujar seorang anak kepada bapaknya sambil menunjuk wahana permainan Ferris Wheel.

Namun sang bapak menegaskan listrik lagi mati. Karena itu mereka tidak bisa menikmati pemandangan alam Sentul dari atas wahana yang diklaim tertinggi di Indonesia tersebut.


Tapi si anak belum terima. Ia memertanyakan kenapa masih ada orang di dalam wahana tersebut. Maklum, saat ia menunjuk, puluhan pengunjung tengah terjebak dalam Ferrish Wheel di atas ketinggian 45 meter. Sementara petugas yang ada terlihat tengah berupaya menurunkan satu per satu pengunjung yang terjebak.

Pantauan JPNN (Grup Pojoksatu.id), listrik mulai padam sekitar Pukul 11.30 WIB. Bahkan hingga Pukul 16.30 WIB, hanya ada sekitar tiga wahana permainan yang dapat berjalan dengan menggunakan mesin genset.

Akibatnya seperti pengakuan salah seorang pengunjung bernama Mike (27), dirinya yang tiba sejak Pukul 10.30 WIB, hanya dapat menikmati atraksi permainan Bumper Car.

“Baru satu permainan bang. Mau main apalagi. Main yang lain banyak enggak aktif. Saya sangat kecewa sekali. Yang aktif hanya beberapa wahana permainan buat anak-anak,” kata wanita yang mengaku datang dari Pondok Gede tersebut.

JPNN coba memertanyakan masalah tersebut pada petugas guest corner Jungle Land, Rokhma. Menurutnya, operasional tidak dapat berjalan dengan baik karena listrik di seluruh Sentul padam. Dan PLN tidak memberitahukan kepada pengelola. Karena itu, hanya beberapa permainan di zona Carnivalia yang dapat beroperasi.

Saat ditanya apa dispensasi yang diberikan kepada pengunjung, ia mengatakan tak dapat memberikan ganti rugi atau bentuk refund tiket kembali. Alasannya, karena sebelumnya JPNN telah diberitahu petugas tiket kalau listrik tengah padam.

Saat kembali ditegaskan bahwa benar petugas tiket sebelumnya memberitahu listrik padam. Namun selain itu juga memberitahu pengelola tengah mengupayakan mesin genset, Rokhma tetap mengatakan hal senada.

“Sebelumnya petugas kita sudah memberitahu listrik padam. Artinya bapak sudah mengetahui kondisinya. Karena itu kami tidak dapat memberi kompensasi,” katanya.(gir/jpnn/lya)