Posko AirAsia Ditutup, 8 Jenazah di Lemari Pendingin Tak Terindentifikasi

Tim Odontologi DVI Polda Jatim saat bersiap untuk melakukan identifikasi di ruang forensik RS Bhayangkara. (Angger Bondan/Jawa Pos/pojoksatu.id)
Tim Odontologi DVI Polda Jatim saat bersiap untuk melakukan identifikasi di ruang forensik RS Bhayangkara. (Angger Bondan/Jawa Pos/pojoksatu.id)
Tim Odontologi DVI Polda Jatim saat bersiap untuk melakukan identifikasi di ruang forensik RS Bhayangkara. (Angger Bondan/Jawa Pos/pojoksatu.id)

POJOKSATU.id, SURABAYA – Proses identifikasi korban jatuhnya AirAsia belum sepenuhnya tuntas. Masih ada 8 jenazah yang tersimpan di lemari pendingin belum teridentifikasi. Namun, Polda Jatim tetap memutuskan untuk menutup posko AirAsia yang bertempat di Gedung Mahameru. Pada saat penutupan, tujuh bagian tubuh teridentifikasi.

Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf mengatakan, posko disaster victim identification (DVI) sudah tidak efektif lagi. Karena itu, setelah berkoordinasi dengan keluarga korban dan beberapa pihak lain, posko tersebut diputuskan untuk ditutup. ”Tapi, itu tidak berarti kegiatan identifikasi berhenti. Tetap berjalan,” katanya.

Menurut dia, sepanjang masih ada kiriman jenazah atau bagian tubuh yang ditemukan, tim DVI tetap mengidentifikasinya. Termasuk jika ada hasil baru dari jenazah yang saat ini belum teridentifikasi.

Mantan Wakabareskrim Mabes Polri itu menambahkan, keluarga korban tidak perlu lagi menunggui proses identifikasi. ”Silakan tinggal di rumah masing-masing,” ucapnya. Nanti jika ada informasi terkait dengan perkembangan hasil identifikasi, polda menginformasikannya melalui telepon atau kurir.


Sementara itu, pada akhir penutupan posko, tim DVI berhasil mengidentifikasi tujuh tubuh dan bagian tubuh yang ditemukan. Enam di antaranya adalah bagian tubuh yang ditemukan di bangkai pesawat yang saat ini sudah berada di Jakarta. Bagian tubuh yang teridentifikasi berbentuk tulang belakang kecil, seperti jari dan lengan.

Ketua Tim DVI Kombespol Budiyono mengatakan, berdasar proses identifikasi terungkap bahwa DNA salah satu bagian tubuh cocok dengan Herunanto Tanus. Jenazah itu teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga pada 25 Januari 2015.

Selain itu, ada bagian tubuh yang identik dengan jenazah Inggrid Jesika Winata. Jenazah tersebut sudah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga pada 6 Februari 2015. Terakhir, ada bagian tubuh yang teridentifikasi dengan nama Indah Diani.

Dari temuan jenazah yang tertinggal di pesawat, ada sepatu yang berisi kaki. Kaki itu identik dengan nama Syaron Mischele Ang, 5, warga negara Indonesia. ”Keluarga sudah dihubungi,” ucap Budiyono.

Dia menambahkan, saat ini sudah ada 115 tubuh dan bagian tubuh yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. Di antara jumlah itu, sudah ada 107 yang teridentifikasi. Sisanya, delapan jenazah, masih disimpan di lemari pendingin. ”Kami masih berupaya mengidentifikasi dengan data yang ada,” ucapnya. (eko/c7/kim/one)