Ini Kronologi Pembunuhan Sadis Dilakukan Anak di bawah Umur

yusman dan hilia pelaku pembunuhan berencana di nias
yusman dan hilia pelaku pembunuhan berencana di nias

POJOKSATU.id, NIAS – Kasus pembunuhan yang terjadi di Gunung Sitoli, Nias melibatkan seorang anak dibawah umur bernama Yusman Telaumbanua alias Ucok pada April 2012 lalu menjadi sorotan. Pasalnya, anak dibawah umur ini divonis oleh hakim dengan hukan mati. Berikut data tersangka dan kronologisnya. (zul)

Terpidana Mati

Nama : Yusman Telaumbanua alias Ucok

Usia : 16 tahun


Kasus : Membunuh Kolimarinus Zega, Jimmi Trio Girsang (majikan) dan rugun Br. Halolo

Waktu : April 2012

Kronologis kasus Yusman

– Kasus bermula pada April 2012 dimana tiga korban pembunuhan, yakni Kolimarinus Zega, Jimmi Trio Girsang dan rugun Br. Halolo ingin membeli tokek dengan nilai tinggi.

– Jimmi Trio Girsang yang merupakan majikan Yusman sempat bertanya dimana bisa membeli tokek.

– Waktu itu Yusman mengatakan bahwa kakak iparnya, Rusula Hia, memiliki tokek yang akan dijual.

– Singkat cerita, ketiga korban yang berasal dari Kario ini hendak membeli tokek dan pergi menuju Nias.

– Di tengah jalan, Rusula meminta tukang ojek yang merupakan tetangganya untuk menjemput ketiga orang tersebut dari alun-alun kota Nias menuju ke rumah Rusula jam 10 malam.

– Karena ketiganya tak datang, kemudian Rusula dan Yusman coba menyusul dan ternyata salah satu tukang ojek tersebut sudah membawa parang dan sudah bersiap untuk menghabisi ketiga korban.

– Pada saat itu si Rusulah dan Yusman ketakutan karena melihat majikannya dan kedua temannya itu akan dihabisi.

– Salah satu pelaku itu meminta keduanya untuk segera pergi dari lokasi kejadian agar tidak terlibat.

– Tetapi karena mereka penasaran, mereka berdua mengikuti si pelaku membawa pergi tiga orang tersebut ke sebuah perkebunan.

– Di lokasi kebun itulah mereka menyaksikan keempat pelaku, tetangga Rusula, menganiaya dan memotong kepala korban serta menyiramkan bensin kemudian membakar.

-Keduanya juga melihat para pelaku mengubur para korban.

– Yusman yang kabur dianggap polisi terlibat dalam pembunuhan tersebut. Dia bersama Rusula dibekuk pada September 2012. Sementara polisi malah tidak berhasil menemukan keempat pelaku sesungguhnya, sampai Yusman dan Rusula divionis mati. (idr/zul)