Gaji Tinggi, 15 Pejabat DKI Malah Mundur

Agus Suradika
Agus Suradika
Agus Suradika

POJOKSATU.id, JAKARTA – Gaji tinggi tak membuat semua PNS di DKI Jakarta nyaman bekerja. Buktinya, 15 pejabat struktural justru memilih mengundurkan diri karena merasa tidak nyaman bekerja. Mereka yang meminta mundur itu rata-rata pejabat eselon IV dengan jabatan kepala seksi dan kepala sub bagian.

Para pejabat struktural itu memilih kembali menjadi staf. “Mundur itu ada. Yang mau mundur itu banyak. Itu implikasinya luas, makanya kami berikan pembinaan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Agus Suradika.

Kebanyakan pejabat meminta mundur karena merasa tidak cocok dengan tugas barunya. Hingga Kamis (19/3) kemarin, 15 pejabat struktural sudah mengajukan surat pengunduran diri, tetapi belum disetujui Ahok.

Mantan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI Jakarta ini menjelaskan, pihaknya menerima surat pengunduran diri dari beberapa pejabat yang baru menjabat di eselon IV sejak Februari lalu.


“Ini sejarah, 15 PNS minta mengundurkan diri dari jabatannya yang lebih tinggi. Sebelumnya di DKI belum pernah ada yang mengundurkan diri seperti ini,” kata Kasubid Jabatan Struktural BKD DKI Jakarta, Bahrudin.

Bahrudin menambahkan, sebagian pejabat struktural yang menjabat Kasubag Tata Usaha di sekolah meminta mundur karena takut mengelola dana BOS yang diterima pihak sekolah. “Delapan Kasubag TU ingin mundur karena takut mengelola dana BOS,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjanjikan gaji besar untuk PNS DKI Jakarta. Nominal terkecil gaji PNS DKI Rp 12 juta dan tertinggi Rp 78 juta.

“Pokoknya kita pengen bikin orang bangga kerja di sini sama bangganya kaya kerja di Citibank, perusahaan minyak. Gaji PNS akan lebih besar dari gaji swasta, kita akan pacu APBD lebih tinggi dengan efisiensi sehingga kita juga bisa sejahterakan PNS di Provinsi DKI Jakarta,” kata Ahok. (one)