Danrem 061 Suryakencana Kunjungi Pesantren

Danrem 061 Suryakancana Kolonel Inf Fulad
Danrem 061 Suryakancana Kolonel Inf Fulad,.
Danrem 061 Suryakancana Kolonel Inf Fulad

POJOKSATU.id, CIANJUR – Danrem 061 Suryakencana Kolonel Inf Fulad, S.Sos.,M.Si mengunjungi Pondok Pesantren dan para santri di lingkungan Ponpes Tanwiriyyah Cianjur, Kamis (19/3), dalam rangka memelihara ikatan batin antara Umaro, Ulama, dan warga masyarakat di wilayah Korem 061 /Suryakancana.

Dengan penuh keakraban dan persaudaraan, para Pimpinan pondok pesantren Tanwiriyyah beserta para santrinya menyambut kedatangan Danrem 061/Sk beserta rombongan.

Danrem 061 Suryakancana Kolonel Inf Fulad
Danrem 061 Suryakancana Kolonel Inf Fulad

Suasanan menjadi lebih kental lagi tatkala Danrem memberikan sambutannya dengan diiringi tepuk tangan saat Danrem naik ke atas mimbar kehormatan.
Dalam suasana yang akrab dan penuh bersahaja, Danrem pun memperkenalkan diri kepada para pimpinan Ponpes Tanwiriyyah juga kepada para santrinya.

Danrem pun berbagi pengalaman kepada para hadirin sebelum menjabat sebagai Danrem Bogor, seperti pernah bertugas di Libanon , Korea, Israel, Ambon dan menjadi Ajudan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


Dengan penuh kepiawaian Danrem pun mengatakan beberapa hal yang harus di perhatikan oleh setiap ummat Islam terkait situasi dan kondisi saat ini, yaitu banyaknya aliran-aliran yang berkembang di tanah air kita salah satu diantaranya adalah masalah ISIS.

Perlu di ketahui bersama bahwa ISIS yang mengatas namakan jihad untuk Syari’at Agama Islam telah keliru dan menempuh jalan yang tidak dibenarkan menurut Ajaran Islam itu sendiri., karena ISIS adalah organisasi yang bergerak dengan kekerasan, kekejian dan kekejaman yang tidak sesuai dengan ajaran Islam Yang Rahmatan Lil’alamin.

Oleh karena itu keberadaan ISIS dilarang di negara kita Republik Indonesia, karena bertentangan dengan Hukum Islam dan falsafah negara kita yaitu Pancasila kata Danrem.

Untuk itu kita sebagai manusia dewasa terlebih lagi sebagai kalangan agamis dalam hal ini para Kyai dan para santri, hendaknya dalam menyikapi perbedaan pandangan ini agar lebih waspada dan berhati-hati serta pandai memilah-milah mana yang sesuai dengan ajaran Islam yang sesungguhnya serta sesuai dengan norma hukum negara kita Republik Indonesia, sehingga kita tidak terjerumus pada aliran yang dianggap menyesatkan oleh syariat Islam maupun oleh negara.

Dalam kaitannya dengan problema hidup Danrem sangat khawatir terhadap rendahnya moralitas di kalangan para remaja yang telah menyimpang dari nilai-nilai agama serta adanya masalah dalam kehidupan rumah tangga, sebab baik buruknya perjalanan para remaja tergantung baik buruknya kehidupan rumah tangga.

Terakhir dalam sambutannya, Danrem mengajak segenap komponen bangsa khususnya yang hadir di pondok Pesantren Tanwiriyyah untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Cianjur sebagai wilayah yang aman dan tentram sehingga pembangunan berjalan dengan baik dan lancar.

Ajakan Danrem ini di sambut meriah oleh hadirin yang memberikan applouse (tepuk tangan) kepada Danrem 061/Sk. (gs)