Bukan Hanya Dipenjarakan, Kentjana Juga Diancam Akan Dideportase

Kentjana Sutjiawan
Kentjana Sutjiawan
Kentjana Sutjiawan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Karena tidak berhasil memenjarakan ibunya, Edhi Sudjono Muliadi dan Suwito Muliadi berencana mendeportase ibunya ke Tiongkok.

Kuasa Hukum Kentjana Sutjiawan, Dedy Heryadi, mengatakan upaya Edhi dan Suwitu bukan hanya melalui jalur hukum, di pengadilan, mereka juga menempuh jalan lain dengan cara melaporkan ke Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, bahwa Kentjana bukan warga negara Indonesia.

Padahal kata Dedy, Kentjana punya bukti kewarganegaraan Indonesia bernomor 527908/AL tanggal 16 Maret 1962; surat pernyataan ganti nama nomor 144965/GN/DB/1968 tanggal 8 Januari 1968; Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan nomor induk kependudukan 09.5204.4705320056, atas nama Kentjana, oleh Pemerintah DKI Jakarta, Kotamadya Jakarta Barat, Kelurahan Tambora; Paspor atas nama Kentjana tanggal 29 Mei 1975 dan sudah diperpanjang beberapa lain; serta bukti-bukti lainnya.

“Saya ini orang Indonesia. Saya sudah beberapa kali ganti paspor tidak masalah. Saya juga sudah beberapa kali ikut tusuk-tusuk pemilu,” timpal Kentjana seraya menunjukan bukti KTP atas namanya.


Seperti diberitakan, Edhi dan Suwito melakukan upaya hukum karena ingin menguasai harta berupa tanah milik ibunya. (baca: Keterlaluan, Anak Penjarakan Ibunya Demi Kuasai Harta)

Kasus ini belum berujung. Tanah milik Kentjana tetap dikuasai Edhi dan Suwito. Sementara, Kentjana terus dihantui kekhawatiran lantaran masih terancam dideportasi sewaktu-waktu.(bayu/ys/ril)