Ahok Disemprot KPI, Jaga Omongan Saat Bicara di Televisi

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahtja Purnama (Ahok)
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahtja Purnama (Ahok)
Basuki Tjahtja Purnama (Ahok)
Basuki Tjahtja Purnama (Ahok)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sering melontarkan kata-kata kasar saat tampil di acara siaran langsung sebuah stasiun televisi nasional mendapat kecaman dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Komisioner KPI bidang Pengawasan Isi Siaran, Agatha Lily mengatakan seharusnya pejabat publik tidak berbicara kata-kata kotor dan kasar di televisi yang menggunakan frekuensi milik publik.

“Televisi disaksikan oleh sejumlah masyarakat dari berbagai latar belakang, juga disaksikan anak-anak dan remaja, Ini bisa menjadi contoh buruk,” ujar Agatha dalam keterangan pers, Jumat (20/3).

Sebagai seorang pejabat, kata dia, seharusnya Ahok menjaga perilaku dan tutur kata agar menjadi tauladan bagi masyarakat. “Jadi penggunaan kata-kata dan bahasa tidak bisa sembarangan terutama di ruang publik” sambungnya.


Menurut dia, kasus ini harus menjadi pembelajaran bagi lembaga penyiaran jika akan mengundang seorang pejabat atau narasumber menjadi pembicara di salah satu acara. Terutama jika itu adalah siaran langsung. Televisi, ujarnya, harus memperhitungkan kemungkinan tersiarkannya kata-kata tak pantas di ruang publik.

“Bagaimana kalau anak remaja melihat sikap pejabat publiknya berbicara seperti itu, lalu dianggap sebagai hal yang lumrah dan kemudian mencontohnya. Bahkan dengan Ahok berbicara dengan pilihan kata ‘gue-elu’ di televisi saja oleh sebagian masyarakat dinilai tidak elok dan tidak nyaman didengar. Apalagi menggunakan kata kata kasar seperti yang diucapkan Ahok,” tegasnya.

Agatha menyatakan lembaga penyiaran harusnya selektif memilih narasumber dan tidak membiarkan seorang pejabat publik berbicara dengan bahasa yang tidak pantas dan kasar secara live. (flo/jpnn/lya)