Miris, Mantan Kapolsek Tinggal di Rumah 5×5 Meter Beralaskan Tanah

DIKUNJUNGI KAPOLRES: Soeparmin beserta istri menerima kunjungan Kapolres Cimahi, AKBP Erwin Kurniawan di rumahnya di Kampung Cikendal, Rabu (18/3/2015)
DIKUNJUNGI KAPOLRES: Soeparmin beserta istri menerima kunjungan Kapolres Cimahi, AKBP Erwin Kurniawan di rumahnya di Kampung Cikendal, Rabu (18/3/2015)
DIKUNJUNGI KAPOLRES: Soeparmin beserta istri menerima kunjungan Kapolres Cimahi, AKBP Erwin Kurniawan di rumahnya di Kampung Cikendal, Rabu (18/3/2015)

POJOKSATU.id, CIMAHI – Tidak semua mantan perwira polisi hidup berkecukupan. Tak sedikit di antara mereka justru hidup dalam keadaan memprihatinkan. Seperti itulah yang dialami Soeparmin Atmoaji, 76. Mantan kapolsek itu tinggal di rumah berukuran 5×5 meter yang beralaskan tanah bersama istri dan lima orang anaknya yang masih duduk di bangku sekolah.

Kehidupan masa tua yang sulit menyebabkan Soeparmin tidak bisa merenovasi rumah yang menurut para tetangganya sangat tidak layak huni. Padahal, selama karirnya, Soeparmin pernah menjabat Kapolsek di Garut pada tahun 1987.

Soeparmin tinggal di Kampung Cikendal, RT 04/RW 05 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat. Ia menempati rumahnya sejak tahun 2013 lalu. Sebelumnya ia tinggal di Garut dan Pontianak Kalimantan Barat karena mendapat tugas di sana.

“Pak Soeparmin pernah menjabat Kapolsek di Garut. Meski pernah menjadi perwira polisi, tapi kehidupannya sangat memprihatinkan,” ujar Enjang Suparlan, Ketua RW setempat.


Meski kehidupannya sangat sederhana, namun kakek yang terlihat masih tegap itu bahagia bisa berkumpul dengan anak-anaknya.

“Bapak ingin menghabiskan masa tuanya bersama anak-anak yang sebagian besar bekerja serabutan di Cimahi,” tutur Imas Sumarni (62), istri Soeparmin.

Imas Bercerita, uang pensiun suaminya sebenarnya mencapai Rp 2.500.000/bulan tapi tak bisa semuanya diambil karena harus disisihkan untuk membayar pinjaman ke bank.

Soeparmin masuk menjadi anggota polisi pada tahun 1958. Selama puluhan tahun mengabdi sebagai pengayom masyarakat, pria itu menerima segala posisi yang ditunjuk atasannya.

“Setelah mengikuti pendidikan polisi di Sukabumi, bapak langsung ditempatkan di kesatuan Brimob Polda Kalimantan Barat. Lalu pindah ke Garut pada tahun 1979 dan pernah menduduki jabatan Kapolsek Cikelet dan Cisewu Garut dengan pangkat terakhir Aiptu,” jelas Imas didampingi suami.

Meski baru sekitar dua tahun dibangun, bangunan rumah mantan kapolsek tersebut sangatlah tidak layak karena hanya tersedia dua kamar yang beralaskan tikar, di dalam kamar pun sama sekali tidak ada pencahayaan.

“Tidak ada barang elekronik seperti tv, radio maupun kipas angin, paling cuma lampu dan dispenser. Itupun kadang-kadang listriknya engga kuat kalau dispenser dihidupkan,” tuturnya.

Bagian atap rumah juga benar-benar rusak dengan beberapa bagian menganga sampai langit pun terlihat. Tragis bila musim hujan tiba karena semua anggota keluarganya harus berdempetan di kamar yang masih aman. Belum ditambah oleh tembok bangunan yang sewaktu-waktu bisa roboh dan menimpa penghuni rumah. “Cuma ada 2 kamar, kalau memasak terpaksa di ruang tamu karena tidak ada tempat lain lagi,” tuturnya.

Nasib lebih tragis lagi karena putra ke-3 pasangan yang menikah tahun 1968 tersebut yang bernama Dewa mengidap kelainan jiwa yang dideritanya sejak delapan tahun lalu. Imas terpaksa harus menjaganya agar tidak mengganggu tetangga.

“Sudah delapan tahun Dewa mengidap gangguan jiwa karena ditinggal istri dan anaknya. Setiap hari ibu harus jagain Dewa agar tidak keluyuran dan
mengganggu warga lainnya,” lanjutnya.

Terbesit harapan agar rumah yang ditempatinya itu segera dibenahi oleh pemerintah setempat. Ditengah keterbatasan biaya yang dialaminya, Soeparmin menginginkan tempat tinggal layak sebagai tempat anak cucunya berkumpul.

“Keinginan untuk memperbaiki rumah pasti ada, tapi uangnya dari mana. Uang pensiun yang dibawa pulang hanya sebesar Rp800 ribu. Mau pinjam lagi ke bank, tapi pihak bank tidak menyetujui karena bapak katanya sudah terlalu tua,” tandasnya. (radarbandung/one)