Polisi Amankan Tiga Truk Bermuatan 300 Kg Tabung Gas

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU– Tiga truk bermuatan 300 tabung gas LPG 3 Kg diamankan Unit Resmob Polresta Tasikmalaya, karena diduga melanggar aturan soal pengangkutan dan niaga bahan bakar bersubsidi. Modus yang dilakukan pengusaha nakal ini yakni dengan cara membuka segel tabung gas agar terlihat tabung kosong ketika ada pemeriksaan petugas.

Ya, tiga mobil pick up pengangkut 300 tabung gas ini diamankan anggota Resmob Satreskrim Polresta Tasikmalaya, ketika hendak dibawa ke arah Garut, Selasa malam (17/3). Polisi menduga pengiriman tabung gas LPG 3 Kg ini melanggar aturan soal pengangkutan dan niaga bahan bakar bersubsidi.

Menurut Kapolresta Tasikmalaya AKBP Noffan Widyayoko penangkapannya berawal dari laporan warga yang kerap melihat adanya bongkar muat gas LPG di wilayah Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. Tepatnya di rumah salah satu agen tabung gas berinisial SL. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata ratusan tabung gas tersebut biasa dikirim ke kawasan Malangbong Garut.

Polisi pun menghentikan tiga mobil ini di perbatasan Garut-Tasikmalaya, kemudian digiring ke Mapolresta.
Dalam melakukan pengiriman, pelaku sengaja membuka segel tabung gas, agar tabung terlihat kosong ketika ada pemeriksaan petugas. Hasil pemeriksaan polisi, satu tabung gas dijual di Garut dengan harga Rp 20 ribu pertabung. Sementara jika dipasarkan di Tasikmalaya, hanya Rp 16 ribu pertabung.


“Tabung gas 3 Kg ini tanpa segel. Sebanyak 300 tabung gas yang akan dijual ke daerah Malangbong Garut seharusnya untuk alokasi penjualan di wilayah Tasikmalaya,” kata Kapolresta.

Berdasarkan aturan, gas LPG bersubsidi dilarang diperjualbelikan lintas wilayah. Guna mengungkap otak pelaku pada bisnis ilegal ini, tiga pengemudi mobil pick up yakni BD, Al dan AG masih menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polresta Tasikmalaya.

Barang bukti yang dapat diamankan polisi 3 unit mobil pick up, 300 tabung gas elpiji 3 Kg, bekas tutup segel plastik warna putih (khusus penjualan untuk di wilayah Tasikmalaya) dan buku transaksi pendistribusian gas LPG. (ysa)