Menyedihkan, Siswa 7 Sekolah Belajar di Satu Tempat

Murid SD Negeri Empang tampak berdesak-desakan di lingkungan sekolah. Muhtarudin/pojoksatu.id
Murid SD Negeri Empang tampak berdesak-desakan di lingkungan sekolah. Muhtarudin/pojoksatu.id
Murid SD Negeri Empang tampak berdesak-desakan di lingkungan sekolah. Muhtarudin/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, BOGOR – Siswa di 7 sekolah berdesak-desakkan belajar di satu tempat tanpa menyisakan area bermain yang layak, lapangan, dan kelas. Padahal sekolah tersebut berada di pusat Kota Bogor, tepatnya di Empang, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah.

7 Sekolah tersebut adalah SD Negeri Empang 1, 2, 3, 4, 5, SMP PGRI 16, dan sekolah TK. Semua sekolah tersebut belajar di satu tempat. Sekolah yang memiliki bangunan cagar budaya peninggalan sejarah masa penjajahan Belanda dengan 4 ruang kelas itu semakin terlihat berantakan. Bangunan sekolah tidak beraturan hingga siswa terpaksa melaksanakan upacara dan olahraga di area kosong yang sempit sampai ke teras sekolah.

10 tahun lalu, sekolah ini pernah diagendakan akan dilebur menjadi satu atau dua sekolah saja.  Tetapi, hingga kini belum terealisasi.

“Dulu sempat mau dimerger, tetapi hingga kini belum terealisasi. Informasi terakhir yang kami peroleh akan direalisasikan pada april 2015 mendatang. Ya, semoga saja betul-betul terealisasi”, ujar Kepala SD Negeri Empang 1, Hj Syofnita Darwis, saat ditemui Pojoksatu.id.


Sekolah yang menjadi pilihan masyarakat menengah ke bawah itu sebetulnya memiliki semangat yang tinggi dan selalu percaya diri untuk mengikuti berbagai kompetisi dengan sekolah bagus sekalipun.

“total siswa di 7 sekolah yang sempit ini mencapai 2.000 siswa. Kalau prestasi, alhamdulillah SDN Empang 1 pernah juara 1 guru berprestasi di tingkat kecamatan dan juara 2 di tingkat kota. Saat ini kami juga mengirimkan lomba siswa berprestasi di tingkat kota,” pungkasnya.

Perempuan kelahiran tahun 1956 itu mengaku prihatin dan menyayangkan anak didiknya yang diterima di sekolah SMP favorit, namun memilih mundur dan akhirnya sekolah di tempat biasa-biasa saja karena tak punya biaya. (cr2)