Media Australia Yakin Eksekusi Mati Ditunda Lama

Andrew Chan dan Myuran Sukumaran
Andrew Chan dan Myuran Sukumaran
Andrew Chan dan Myuran Sukumaran

POJOKSATU.id, JAKARTA – Media-media di Australia ramai memberitakan tentang kemungkinan penangguhan eksekusi sepuluh terpidana mati, termasuk dua anggota Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dalam waktu lama.

Sementara Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), Tony Spontana tidak peduli dengan ramainya pemberitaan media Australia tersebut. Tony mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui lebih jauh penangguhan eksekusi para terpidana mati gelombang kedua tersebut.

Tony pun tidak merinci bagaimana proses pembelaan hukum para terpidana mati, termasuk pengajuan gugatan kembali duo Bali Nine atas penolakan grasi Presiden Joko Widodo.

“Belum ada, tunggu dulu,” ujar Tony saat dikonfirmasi, Rabu (18/03).


Terkait apakah eksekusi mati menunggu proses hukum yang diajukan para terpidana mati, Tony juga tidak menjawab.

“Belum belum, tunggu saja,” katanya.

Potensi penundaan eksekusi mati terhadap dua Bali Nine menjadi kabar hangat di hampir semua media di Australia. Potensi tersebut terjadi karena dikabulkannya Peninjauan Kembali (PK) terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso oleh Mahkamah Agung.

Besar kemungkinan eksekusi mati akan ditunda dalam waktu lama, ketika proses PK juga berlangsung berbulan-bulan.(jar/ril)