Haji Lulung: Dana Operasional Walikota Rp3 Miliar, Buset Deh

haji lulung
Abraham Lunggana alias Haji Lulung
Abraham Lunggana alias Haji Lulung
Abraham Lunggana alias Haji Lulung

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dana operasional walikota di DKI Jakarta Rp3 miliar per tahun mendapat sorotan tajam DPRD. “Banyak sekali operasional walikota Rp3 miliar per tahun. Operasional doang tuh, bukan program? Banyak banget, buset dah,” ucap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung
saat mengikuti pembahasan hasil evaluasi Kemendagri terhadap RAPBD DKI Jakarta 2015 antara badan anggaran (Banggar) DPRD dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), Rabu (18/3).

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi membeberkan hasil koreksi dari Kemendagri. Nah, laporan Anas itu dianggap tidak menerangkan detail penggunaan dana operasional tersebut. Biaya Rp 3 miliar juga tidak dibahas bersama anggota dewan.

“Hal itu tidak dibahas oleh kami. Kita baru rapat dua hari, kalau cari semuanya banyak ini yang dilarang,” cetus Haji Lulung, seperti diberitakan Jawapos.com (induk Pojoksatu.id).

Kepala BPKAD Heru Budi Hartono langsung memberikan klarifikasi. Dana operasional yang dimaksud bukan seutuhnya untuk walikota. Namun, juga mencakup kebutuhan lain, seperti pembiayaan honor, pembayaran pamdal, dan pembelian ATK.


”Istilahnya saja operasional, nanti diganti. Nomenklaturnya diubah supaya digunakan dikegiatan kelurahan,” papar Heru. (Dedi Yondra/fal/one)