Gawat! Stadion GBK Ancam Dibakar di Konser One Direction

kabar terkini, selebritis, hiburan

Screenshot from 2015-03-18 10:42:57

POJOKSATU.id, JAKARTA – Hingga Rabu (18/3) tagar #OneDirectionJan*** masih bertahan di trending topic. Tagar yang menyudutkan boyband asal Inggris, One Direction (1D) itu dibanjiri bully dengan cuitan menyalahkan 1D yang akan tampil di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), 25 Maret 2015. Pasalnya konser tersebut menyebabkan laga kualifikasi Pra-Piala Asis U-23 tak bisa digelar di GBK.

Fans sepakbola Indonesia pun geram. Sontak mereka tiba-tiba mengikuti euforia kebencian yang dikibarkan netizen di twitter sejak Selasa (17/3). Tak jarang, fans fanatik timnas Indonesia mengumpat 1D dengan kata-kata kasar.

Konser 1D sendiri rencananya diadakan Stadion Gelora Bung Karno pada 25 Maret nanti. Sedangkan Pra Piala Asia U-23 akan berlangsung pada 27-31 Maret dan bakal menjamu Timnas Korea Selatan, Timor Leste dan Brunei Darrusalam.


Penggemar sepakbola Indonesia tampaknya menanggapi hal tersebut dengan sangat serius. Usai “sukses” membuat heboh lewat Twitter dengan tagar #OneDirectionJ****k, kali ini supporter bola mengancam akan melakukan aksi yang lebih berani.

Fans sepakbola mengancam akan membakar GBK saat konser 1D digelar. Tak hanya itu, banyak juga komentar pedas yang muncul terkait boyband yang digawangi Harry Styles cs tersebut. Penggemar bola menganggap bahwa 1D merupakan sekumpulan pria yang kurang layak untuk tampil di GBK nanti. Dengan terang-terangan, fans-fans sepakbola di Indonesia mencap 1D dengan label “alay” dan “banci”.

Menanggapi ini, promotor konser 1D menegaskan acara akan tetap berjalan sesuai rencana meski ada pro kontra di kalangan masyarakat. Tak hanya itu, promotor juga berjanji bakal merawat keutuhan GBK dan menjamin acara mereka tak merusak.

Janji itu memang masuk akal. Sekedar gambaran, 1D bukanlah grup vokal yang hari ini ditelepon, minggu depan manggung. Jadwal konsernya padat dan belum tentu mau terbang belasan jam ke Asia. Perlu ada kepastian terkait stabilitas nasional dan yang paling penting adalah jaminan keamanan. 1D juga butuh kepastian jadwal.

Ini barangkali bisa menjadi jawaban mengapa 1D yang terbentuk pada 2010, begitu lama tidak menggelar konser di Indonesia. Padahal, Indonesia memiliki basis penggemar yang besar.

Soal penetapan 25 Maret 2015 sebagai hari-H, promotor dipastikan tidak mengatur sebulan sebelumnya. Jadwal manggung 1D bahkan sudah diumumkan sejak setahun silam. Ada perhitungan yang matang mengapa promotor konser memilih tanggal tersebut.

Selain mencocokkan dengan jadwal manggung 1D, promotor juga mencari tempat yang representatif, yang bisa menampung puluhan ribu penggemar. (ags/indopos/lya)