Biaya Pengobatan Korban Ledakan Lab Kimia Ditanggung UI

Ilustrasi.
Ilustrasi.
Ilustrasi.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Meski mengalami luka berat dan mengharuskan pengangan medis melelui operasi, Citra, salah satu korban ledakan di laboratorium Kimia Kualitatif Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI), tidak perlu menanggung biaya pengobatannya. Ia dibebaskan dari tagihan pengobatan medis. Sebab, setiap mahasiswa telah diberikan jaminan asuransi ketika masuk ke kampus tersebut.

“Jadi, setiap mahasiwa yang masuk UI sudah mendapat asuransi. Selama kecelakaannya terjadi di lingkungan kampus UI, pasti ditanggung (biayanya),” ujar Kepala Humas FFUI, Devfanny Aprilia Artha, Senin (16/03).

Evfanny belum bisa merinci berapa besaran biaya yang diperlukan untuk operasi. Devfanny hanya memberikan gambaran terkait kisaran biaya yang dikeluarkan untuk tiga kali operasi mata kanan Citra.

“Obat biusnya saja habis Rp 10 juta. Untuk tiga kali operasi, diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 60 juta. Itu belum termasuk biaya jasa dokter dan pengobatan pascaoperasi,” terang Devfanny.


Citra telah menjalani operasi pertama di Klinik Mata Nusantara, Jakarta Selatan. Klinik tersebut meminta Citra untuk datang kembali untuk pengobatan dan operasi lanjutan pada hari ini, Selasa (17/03).

Seperti diketahui, ledakan terjadi saat 10 kelompok mahasiswa Fakultas Farmasi UI saat melakukan destilasi terhadap beberapa bahan kimia pada labu destilasi di Laboratorium Kimia Kualitatif Fakultas Farmasi UI. Labu yang berisi campuran asam, fenol dan alkohol 95 persen yang sedang dididihkan di atas kasa ashes dengan alat pemanas lupa diangkat salah satu kelompok mahasiswa Farmasi angkatan 2013 itu. Hingga akhirnya labu berisi cairan kimia tersebut meledak. Ledakan ini membuat geger mahasiswa di laboratorium tersebut. (ang/ril)