Begini Kronologi Penyebab Ledakan di Laboratorium FFUI

Ilustrasi.
Ilustrasi.
Ilustrasi.

POJOKSATU.id, JAKARTA — Ledakan di laboratorium Kimia Kualitatif Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI), Senin (16/03) pagi, mengakibatkan 2 korban luka berat dan beberapa lainnya luka ringan. Peristiwa yang diklaim sebagai human error ini disebabkan ledakan tabung reaksi saat mahasiswa sedang melakukan praktikum pada pukul 10.30 WIB. Ledakan tabung diduga akibat pemanasan berlebih saat melakukan distilasi (penyulingan).

Kegiatan praktikum tersebut melibatkan 70 mahasiswa angkatan 2013 untuk kimia kualitatif. Jumlah tersebut dibagi menjadi 10 kelompok yang terdiri dari enam sampai delapan orang.

“Ada prosedur yang dilanggar mahasiswa. Seharusnya suhu ideal saat distilasi itu 60-70 derajat celsius, api harus dimatikan, tetapi malah dipanaskan hingga 100 derajat. Jadinya overheat (kelebihan pemanasan),” kata Kepala Humas FFUI Devfanny Aprilia Artha.

“Ledakan terjadi tepat di kelompok A5. Jadi, yang kena ledakan kebanyakan dari kelompok itu dan kelompok di sekitarnya. Ada 14 korban, dua luka berat, Delfika dan Citra,” ujarnya.


Devfanny juga mengatakan, kedua korban sempat dirawat di Rumah Sakit Bunda, Depok, untuk mendapat pertolongan pertama.

Namun, keduanya dirujuk akibat luka yang cukup parah. Delfika dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, Depok; sementara Citra dilarikan ke Klinik Mata Nusantara Jakarta Selatan.

“Luka yang dialami korban disebabkan serpihan dari kaca tabung reaksi yang meledak, lalu tertancap di wajah dan menyebabkan luka robek. Jadi, darah yang mengucur bukan karena zat kimia,” ujarnya.(ang/ril)