13 Catatan Penting UN 2015

UN 2015
Foto Ilustrasi. (Dok. JPNN)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pendidikan Nasional, telah menetapkan kriteria kelulusan Ujian Nasional (UN) melalui peraturan yang dituangkan dalam PP 19 tahun 2005.

Setiap tahunnya, UN menjadi momok menakutkan bagi pesertanya. Bagaimana tidak, hasil belajar selama 3 tahun ditentukan dengan ujian selama 3 hari.

Lembaran soal dari pemerintah pusat menyamaratakan materinya tanpa mengetahui standar kurikulum yang diserap setiap sekolah di setiap daerah. Apakah itu sekolah unggulan atau tidak, soal yang diterima, Sama.

Tahun 2015, Kemendiknas kembali merubah kriteria UN seperti semula. Yakni, ditentukan oleh masing-masing sekolah dan Merubah PP 19 tahun 2005 menjadi PP 13 tahun 2015. (gob/zul)


Berikut 13 catatan penting UN 2015 menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP);

1. Hasil UN tidak digunakan untuk penentuan kelulusan siswa dari satuan pendidikan.

2. Kelulusan Siswa dari satuan pendidikan ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan.

3. Kriteria kelulusan peserta didik dari Ujian Pendidikan Kesetaraan untuk semua mata pelajaran ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi.

4. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan kesetaraan ditetapkan Dinas Pendidikan Kab/Kota melalui rapat pleno dengan melibatkan perwakilan dari satuan pendidikan nonformal.

5. Setiap siswa wajib mengikuti UN MINIMAL satu kali.

6. UN Perbaikan khusus SMA sederajat bagi peserta didik yang memperoleh hasil UN katagori kurang pada mata pelajaran tertentu. UN Perbaikan dilaksanakan tahun 2016.

7. Setiap peserta UN menerima Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN).

8. Listening Comprehension Bahasa Inggris menggunakan Compact Disk atau CD (tidak ada lagi dalam bentuk kaset).

9. Simbol dalam Braille menggunakan simbol versi terbaru. Contoh, versi lama: Kg2, versi baru: 2kg.

10. Pelaksanaan UN untuk SMAK dan SMTK dilakukan secara terintegrasi dengan UN untuk SMA sederajat.

11. Setiap peserta UN akan menerima Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN).

12. Siswa dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah:
– menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
– memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik; dan
– lulus Ujian S/M/PK.

13. Kelulusan peserta didik ditetapkan setelah satuan pendidikan menerima hasil UN peserta didik yang bersangkutan.

Sumber: Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP). (gobekasi/zul)