Waduh, Kepala Dinas Kepergok Selingkuh di Rumah Dinas

Ilustrasi. Foto: Ist

POJOKSATU.id, TANJUNG SELOR – Seorang kepala dinas yang bertugas di Pemerintah Kabupaten Bulungan kepergok bersama selingkuhannya di rumah dinasnya di Jalan Sabanar Lama.

Sang kepala dinas digerebek polisi. Pengerebekan  itu berawal dari laporan UD, yang merupakan anak kedua tersangka yang diketahui bekerja di Kabupateen Tana Tidung sebagai staf Dinas Kesehatan.

UD mengaku secara kebetulan dirinya melihat mobil dinas ayahnya, R melintas di Jalan Jenderal Sudirman. Di dalam mobil itu Ia melihat ayahnya bersama wanita lain.

UD yang curiga melihat ayahnya bersama wanita lain meminta suaminya membuntuti kendaraan R hingga sampai ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).


“Sampai di depan gang masuk ke rumah dinasnya saya dan suami saya langsung singgah, lalu menghubungi polisi untuk datang. Setelah polisi datang kami langsung mendatangi rumahnya dan melihat di dalam rumah itu sudah ada perempuan lain bersamanya,” ungkap UD kepada Radar Tarakan seperti dilansir JPNN (Grup Pojoksatu.id), Minggu (15/3).

Dalam pengerebekan itu, R sempat beradu mulut dengan UD dan NF, hingga akhirnya pihak kepolisian menenangkan dan meminta R dan RL (pasangan R) untuk ikut ke kantor polisi untuk dimintai keterangan atas kejadian tersebut.

“Kata ibu saya, hubungan itu sudah sekitar 3 bulan dijalin ayah saya dengan perempuan itu (PNS yang merupakan staf di Kantor Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Red). Tapi, dia janji perempuan itu (RL) tidak akan datang sebelum proses perceraian selesai. Itu kata ibu saya, karena dia (R) sempat mengancam akan menuntut cerai ibu saya,” ujar UD.

UD mengatakan, RL sempat tinggal di rumah dinas itu, sementara dia bukan stafnya. Karena itu pihaknya sempat melaporkan ke Sekda dan BKD Kabupaten Bulungan, akhirnya RL dipindahkan ke Peso Hilir.

Hanya saja, RL mengeluh kepada R karena di daerah tempatnya bekerja tidak ada jaringan, listrik dan sebagainya. Sehingga R menghadap ke Sekda dan Kepala BKD agar RL dapat dipindahkan ke Salimbatu, hingga akhirnya RL dipindahkan ke Salimbatu.

Dia juga mengaku sering mendapatkan laporan dari penjaga pelabuhan yang tempatnya tidak jauh dari lokasi TKP, bahwa R sering pulang subuh dari rumah dinas itu.  Bahkan, lanjutnya, ada staf R (yang ia tidak mau sebutkan namanya) juga pernah melaporkan kepada dia bahwa R pernah makan sekotak dengan RL saat dinas luar.

“Kalau pun akan ada perceraian, kami tidak peduli. Toh, kami bersaudara juga bisa membiayai ibu kami,” tegas wanita beranak satu itu.

Atas kejadian itu, dirinya sangat mengharapkan, si R dapat diturunkan dari jabatannya sebagai kepala dinas. (*/iwk/jpnn/one)