Kacau! Pemerintah Mundurkan UN Online

UN Online
Ilustrasi
UN Online
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kemendikbud merevisi ulang jadwal ujian nasional (UN) berbasis komputer (computer based-test/ CBT) untuk SMA. Ujian yang dijadwakan dilaksanakan pada 7 April 2015 itu diundur enam hari menjadi 13 April 2015.

Dengan demikian, pelaksanaannya akan dibarengkan dengan UN SMA berbasis kertas (paper based-test/ PBT) dan UN CBT dan PBT untuk SMK dan sederajat. “Sedikit perubahan jadwal saja,” ungkap Kepala Pusat Penilaian dan Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud Nizam Zaman kemarin (15/3).

Nizam menambahkan, UN CBT akan tetap memakan waktu lebih lama dibanding PBT. Yakni, selama satu pekan. Dengan demikian diperkirakan rampung pada tanggal 21 April 2015. “Jadinya tambah Senin 20 April dan Selasa 21 April. Karena kan satu hari satu mata pelajaran,” jelasnya.

Perubahan jadwal pelaksanaan ini pun, kata dia, tidak akan berpengaruh pada jadwal mata pelajaran yang akan diujikan. Dia mengatakan, jadwal masih akan sama dengan jadwal sebelumnya.


Perubahan jadwal ini diduga terjadi karena ketidaksiapan sistem untuk CBT. Selain itu, kesiapan dari pihak sekolah dalam menyiapkan sarana dan prasarana yang masih belum pasti. Namun hal itu ditampik oleh Nizam. Dia menegaskan, seluruh persiapan masih sesuai jalur. “Ini hanya agar selaras saja. Insya Allah piloting UN CBT tetap dilaksanakan sesuai rencana,” tuturnya.

Dia menambahkan, saat ini tim masih terus melakukan persiapan. Pekan lalu, tim kembali turun ke lapangan untuk memverifikasi ulang kesiapan dari sekolah-sekolah menengah kejuruan (SMK). Untuk itu, pekan depan pihaknya akan kembali mengumumkan nama-nama sekolah yang akan melaksanakan UN CBT itu.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Kota Bogor Jana Sugiana menyatakan, meski jadwal UN CBT diundur, pihaknya tetap mengerjakan soal ujian berbasis print based test atau lembar ujian fisik menggunakan kertas jawaban (LJK).

“Keputusan ini sudah final, penggunaan UN online baru akan di uji cobakan tahun depan,” ujarnya kepada Radar Bogor (grup pojoksatu.id).

Seperti diketahui, Di Kota Bogor ada lima sekolah yang direkomendasikan pelaksanaan UN CBT oleh Kemendikbud, yakni SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3 serta SMPN 1 dan SMPN 4.

Jana mengklaim, keputusan tidak melaksanakan UN CBT dan tetap menggunakan cara manual berdasarkan hasil rapat bersama antara Disdik, orang tua siswa dan siswa yang sekolahnya ditunjuk oleh Kemendikbud. (mia/sof/ind/zul)