Salah Komunikasi, Malaysia Bebaskan 17 WNI

tahanan kabur
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, Jakarta – Terkait penangkapan yang dilakukan oleh Kepolisian Diraja Malaysia terhadap 17 warga negara Indonesia (WNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berkoordinasi dengan pihak Malaysia. Kini 17 WNI yang 10 diantara merupakan anggota polisi dan 3 TNI telah dipulangkan kembali ke Indonesia termasuk 3 warga sipil yang ikut ditangkap di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Brigjen Pol Agus Rianto mengatakan ini hanya salah komunikasi. Ia membenenarkan jika ada 10 anggota polisi yang ikut ditangkap. Namun ia belum mengetahui pangkat anggota tersebut karena ia belum menerima data yang rinci. “Enggak punya data lengkapnya,” ujarnya, Minggu (15/3/2015).

Agus menjelaskan, saat ini selain sudah berkoordinasi terkait kepulangan para WNI tersebut, pihaknya juga terus melakukan upaya pemulangan tersangka Syarif, WNI yang diduga terlibat pembunuhan terhadap Sersan Satu (Sertu) Tata Adi Cahyono dari Kodim 0911/ Pulau Nunukan, Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. Syarif saat ini sedang ditahan Balai Polisi Wallace Bay (setara Polsek) di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut.

“Sedang tersangka sudah diamankan oleh pihak Diraja Malaysia dan kita sudah koordinasi untuk bisa diserahkan kepada kita guna dilakukan proses lebih lanjut,” kata dia.


Sebelumnya diberitakan Kepolisian Malaysia menahan 17 warga negara Indonesia di dekat Pulau Sebatik karena melanggar aturan imigrasi. Rombongan yang menerobos perbatasan ini terdiri dari 10 anggota Polri, 4 personel TNI, dan tiga warga sipil. Selain ditahan, 12 senjata api jenis Smith dan Wesson disita.

Kepada aparat negeri jiran, personel polisi dan TNI itu mengaku hendak mengejar tersangka pembunuhan yang kabur ke Tawau, Negara Bagian Sabah. Orang yang dicari itu ternyata sedang ditahan Balai Polisi Wallace Bay (setara polsek), seperti dilansir the Star, Minggu (15/3/2015).

Aparat yang ikut dicokok polisi Malaysia semuanya berpangkat rendah dan tidak membawa surat perintah. Mereka mengaku spontan menggeruduk kantor polisi di wilayah Malaysia karena ingin menangkap tersangka.

Tersangka bernama Syarif, diketahui terlibat pembunuhan Sersan Satu (Sertu) Tata Adi Cahyono dari Kodim 0911/ Pulau Nunukan, Kalimantan Utara. Wakil Inspektur Jenderal Sabah Datuk Seri Noor Rashid Ibrahim mengatakan polisi dan TNI itu dinilai tidak punya maksud buruk dengan masuk secara ilegal ke Malaysia. Kepada penyidik, mereka menyatakan hanya berniat menjemput Syarif untuk dibawa pulang ke Indonesia.

“Namun dalam melakukan penjemputan tahanan itu mereka tidak melalui jalur formal,” kata Rashid.

Polis Diraja Malaysia (PDRM) sempat kaget melihat kedatangan polisi dan tentara Indonesia bersenjata lengkap, serta berpakaian preman itu. Tujuh orang dari rombongan mengendarai kapal cepat, sisanya memakai sepeda motor menerobos perbatasan.(cr1)