Malaysia Akhirnya Bebaskan 10 Polisi dan 4 Tentara Indonesia

Irjen Ronny Franky Sompie
Irjen Ronny Franky Sompie
Irjen Ronny Franky Sompie

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah sempat ditahan, 10 anggota polisi dan 4 tentara Indonesia akhirnya dibebaskan Malaysia. Mereka ditangkan dan ditahan pada Jumat (13/3) dini hari karena mengejar penganiaya anggota TNI hingga memasuki wilayah Malaysia.

Mabes Polri menyatakan 17 WNI yang sempat ditangkap Malaysia, sudah kembali ke Indonesia. Mereka terdiri dari 10 anggota Polri, empat personel TNI dan tiga warga sipil.

Mereka ditangkap saat mengejar Syarif, tersangka penganiayaan berat terhadap seorang anggota TNI dari Kodim 0911/Pulau Nunukan, Kalimantan Utara, Sersan Satu Tata Adi Cahyono. Tersangka Syarif sudah ditangkap PDRM setelah mendapatkan pemberitahuan dari Polri. Setelah ditangkap, Syarif ditahan di Balai Police Wallace Bay.

Kadiv Humas Polri Irjen Ronny Franky Sompie menegaskan bahwa dalam persoalan itu tidak ada pelanggaran imigrasi yang dilakukan oleh 17 WNI tersebut. Menurut Ronny, selama ini antara Polri dengan PDRM sudah ada nota kesepahaman untuk kerjasama dalam bidang penyelesaian dan pengungkapan kasus kejahatan di perbatasan dan lintas batas negara.


“Tidak ada pelanggaran imigrasi, hanya miskomunikasi saja,” kata Ronny, Minggu (15/3).

Dijelaskan Ronny, Polda Kalimantan Timur yang menerima adanya miskomunikasi antara beberapa anggota Polres Nunukan pada saat akan menerima penyerahan tersangka itu sudah mengirimkan surat kepada Utusan Jaya Polisi Kontinjen Sabah.

“(Isinya) perihal permohonan pembebasan dan pemulangan anggota Polres Nunukan beserta pembantu polisi yang diamankan oleh PDRM,” ujar Ronny.

Dengan surat tersebut, ia menambahkan, maka pada Jumat pagi semuanya sudah kembali ke Polres Nunukan.

“Selanjutnya, tersangka atas nama Syarif yang melakukan penganiaya berat prajurit TNI akan diserahkan secepatnya,” ujarnya. (boy/jpnn/one)