Anggota Duo Bali Nine Ingin Donorkan Hati ke Pria Ini

Pendeta Mal Feebrey (kiri) dan Andrew Chan (kanan).
Pendeta Mal Feebrey (kiri) dan Andrew Chan (kanan).
Pendeta Mal Feebrey (kiri) dan Andrew Chan (kanan).

POJOKSATU.id – Dua warga negara Australia yang kini menanti eksekusi hukuman mati di Pulau Nusakambangan, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan ingin meninggalkan hal yang berguna bagi kemanusian. Duo Bali Nine itu sudah punya rencana masing-masing.

Myuran misalnya, ingin mendonasikan seluruh hasil penjualan karya lukisannya untuk membantu program rehabiliasi narkoba. Ia juga ingin uang hasil lukisannya digunakan untuk membiayai kelas melukis di LP Kerobokan.

Sedangkan Andrew punya cara tersendiri untuk meninggalkan warisan demi kepentingan kemanusiaan. Mengutip dari laman The Age, Sabtu (14/3) Andrew ternyata ingin mendonorkan organ tubuhnya jika kelak ajal menjemput. Dia akan mendonorkan livernya kepada salah satu temannya, seorang pendeta asal Sydney bernama Mal Feebrey.

Pada 2010, Feebrey yang tengah dibelit penyakit liver bertemu Andrew di Lapas Kerobokan, Denpasar. Mata Feebrey yang memelas karena tengah menderita akibat penyakit liver ternyata membuat Andrew terketuk. “Kau bisa memiliki punyaku (hati, red),” kata Feebrey menirukan ucapan Andrew kala itu.


Feebrey memang sudah sering mengunjungi duo Bali Nine itu sejak ditahan di Bali pada 2005. Secara reguler, Feebrey berkunjung ke Bali untuk menemui Andrew dan Myuran guna memberikan dukungan.

Setelah Feebrey berada dalam ketidakpastian selama empat tahun soal kondisi livernya, ia memang mendapat donor dari orang lain. Namun, ia tetap tak bisa melupakan ucapan Andrew pada 2010 yang ingin mendonorkan hatinya.

Andrew memang sudah menjalani tes darah. Ia juga sudah bertanya ke dokter tentang kemungkinan organ tubuhnya didonorkan.

Feebrey mengaku belum pernah mengungkap cerita itu sebelumnya. Namun, dia ingin setiap orang tahu bahwa betapa Andrew seorang yang luar biasa karena punya rencana untuk kemanusiaan saat menanti nyawanya bakal berakhir di depan regu tembak.

Freebrey mengaku terakhir kali berbicara dengan Andrew hanya beberapa jam sebelum terpidana mati kasus narkoba itu dipindahkan dari Lapas Kerobokan ke Nusakambangan. “I love You man,” kata Freebrey yang dibalas oleh Andrew dengan ucapan “I love You too.”

Feebrey kini bekerja di tempat rehabilitasi narkoba dan alkohol di Sydney. Menurutnya, kematian Andrew dan Myuran akan menjadi sebuah tragedi.

“Andrew sangat menarik, pria yang bermimpi menjadi mentor dan memperbaiki diri serta menebar benih kebaikan seperti dia,” ujar Freebrey.(smh/ara/jpnn/fat)