Subhanallah…Sempat Mati, Bayi Prematur Hidup Lagi Lewat Pelukan

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
rd.hu

POJOKSATU.id, QUEENSLAND – Kejadian yang mungkin takan bisa dilupakan bagi pasangan, Katen dan David. Keajaiban terjadi kepada bayi mereka, yang dilahirkan 25 Maret 2010. Bayi yang bernama Jamie, lahir prematur dinyatakan meninggal oleh dokter yang menangani.

Sementara itu, saudara kembarnya, Emily berhasil selamat. Kate bersama suaminya memeluk Jamie cukup lama untuk kali terakhir. Tidak disangka, Jamie kembali bernapas. Kisah mereka terungkap ke media kemarin (13/3).

Kate mengungkapkan, sejak menikah dirinya dan sang suami sudah tiga tahun berusaha memiliki anak. Kate akhirnya dinyatakan hamil anak kembar. Namun, saat usia kehamilannya baru menginjak 26 minggu alias enam bulan, Kate mengalami kontraksi dan melahirkan. Jamie lahir lebih dulu, lalu Emily dua menit kemudian.

”Saat dilahirkan, keduanya masih berada di dalam kantong amnion. Tapi, Jamie tidak menangis saat kantong dibuka, sedangkan Emily menangis kencang,” ujar Kate.


Para dokter dan perawat langsung mengelilingi Jamie untuk memberi pertolongan. Jamie hampir tidak bernapas dan detak jantungnya sangat lemah. Sekitar 20 menit kemudian, dokter menyerah dan menyatakan bahwa secara klinis, Jamie telah meninggal.

Kate sangat shock mendengar berita tersebut. Setelah menempuh usaha panjang untuk bisa memiliki anak, dia benar-benar tidak ingin kehilangan Jamie. Dia sempat melihat Jamie masih bernapas, namun sangat lemah.

Dokter mengungkapkan bahwa itu tidak berguna dan secara medis, Jamie telah meninggal. Dengan kesedihan yang mendalam, kepada dokter, Kate meminta bisa memeluk Jamie untuk kali terakhir. Dia tidak ingin menyerah atas Jamie.

Saat itu tubuh Jamie dingin. Kate memeluk bayi mungil tersebut di dadanya dengan metode skin to skin untuk menghangatkannya. Dia juga meminta David membuka kausnya dan naik ke atas ranjang serta memeluk Jamie bersamanya. Kate meminta dokter dan perawat keluar ruangan untuk memberi mereka privasi. Selama memeluk Jamie, Kate mengajaknya berbicara.

”Kami berusaha membuatnya tetap tinggal (hidup, Red). Kami menjelaskan siapa namanya dan bahwa dia memiliki saudara kembar yang harus dia lihat. Kami juga menjelaskan betapa kerasnya kami berusaha memilikinya,” tutur Kate.

Di situlah, keajaiban kasih orang tua tersebut terjadi. Dalam dekapan ibunya, Jamie tiba-tiba saja mengembuskan napas dengan terengah-engah dan membuka matanya. Makin lama, napasnya kian teratur dan kuat. Jamie juga berusaha memegang tangan David. ”Kami adalah orang paling beruntung di dunia,” tambah David.

Tim dokter akhirnya memberi pertolongan untuk menyelamatkan Jamie. Bocah mungil tersebut kini berusia hampir lima tahun dan tumbuh dengan sehat tanpa sekalipun menderita penyakit serius. Jamie dan Emily juga telah memiliki adik laki-laki yang bernama Charlie, 4. Saat mendengar kisah kelahiran mereka kali pertama, Emily langsung menangis dan memeluk Jamie.

Belajar dari pengalaman itu, pasangan Ogg tersebut berkeinginan membantu anak-anak prematur lainnya. Mereka membuat komunitas online yang diberi nama Jamie’s Gift. Komunitas tersebut mengumpulkan dana untuk Miracle Babies Foundation. Yaitu, organisasi untuk membantu bayi-bayi prematur dan bayi baru lahir yang sakit. (Daily Mail/Inquisitr/sha/c20/ami/jos/jpnn/lya)