Selamatkan Jakarta, Bupati Bogor Canangkan Gerakan 10.000 Lubang Biopori

Bupati Bogor Nurhayanti

POIJOKSATU.id, BOGOR – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bogor Nurhayanti mendukung gerakan 5 juta lubang biopori di Bogor. Karena itu, Nurhayanti yang akan dilantik secara resmi menjadi bupati Bogor pekan depan, mencanangkan gerakan pembuatan 10.000 lubang resapan biopori.

Gerakan ini bertujuan untuk menjaga daerah aliran sungai, sekaligus solusi alternatif menyelamatkan Jakarta dari kiriman banjir Bogor. Pembuatan lubang resapan biopori diprioritaskan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.

“Selain di DAS Ciliwung, halaman rumah tangga juga harus ada lubang resapan biopori. Halaman perkantoran dan lapangan parkir serta di area terbuka lainnya juga harus ada lubang resapan biopori,” ujar Nurhayanti di Cibinong, Jumat (13/3/2015.

Dikatakan Nurhayanti, lubang resapan biopori bermanfaat untuk meningkatkan daya serap air ke dalam tanah. Selain itu, biopori juga dapat mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos, dan mencegah resiko banjir serta menyuburkan tanaman.


Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serentak membuat lubang biopori. Ia mengatakan lubang biopori adalah lubang dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 80-100 cm dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Alat untuk membuatnya cukup kape, cetok, pisau, linggis dan bor biopori.

Cara membuatnya, kata dia, pertama pilih lokasi yang tepat untuk membuat LRB di daerah dengan air hujan yang mengalir. Jangan pada tanah miring yang berpotensi longsor. Lalu siram tanah yang akan dilubangi dan letakan mata bor tegak lurus dengan tanah.

“Tinggal menekan dan memutarnya ke arah kanan. Setiap 15 cm atau sedalam mata bor bersihkan mata bor dari tanah hingga mencapai kedalaman 100 cm,”katanya.

Ia mengatakan langkah berikutnya, isi lubang dengan sampah organik jangan disi dengan sampah anorganik. Kalau sudah siap lubang resapan biopori, maka bisa meningkatkan daya resap air. Caranya ketika sudah dipasang lubang resapan biopori dengan sampah organik, secara berlahan fauna membuat terowongan kecil dalam tanah. Secara perlahan luas bidang akan bertambah banyak.

Ia mengatakan jika LRB diameter 10 cm dan kedalaman 100 cm. Maka luas bidang resapan akan menjadi 6218 cm2 setara dengan volum air 1 ember atau 321.000 cm3. “Jadi bisa dibayangkan banyak air tanah yang tersedia di lahan kita jika bisa membuat LRB di halaman rumah,” katanya. (one)