Kapal Pencuri Ikan Thailand dan Vietnam Kembali Ditangkap di Kepri

Kapal kayu pencuri ikan ditembak menggunakan senjata mesin dari jarak 200 meter. Foto Puspen TNI for JPNN.com
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, BATAM – 3 Kapal asing milik Thailan dan Vietnam yang mencuri ikan di perairan Indonesia ditangkap Kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kepulauan Riau (Kepri).

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Asep Burhanuddin, Rabu (11/03)  menyatakan, ketiga kapal pelaku ilegal fishing itu ditangkap secara terpisah. Lokasinya masih berada di wilayah perairan Kepri.

Asep mengatakan, penangkapan pertama pada Sabtu sore (7/3), Kapal Patroli (KP) Hiu Macan 005 menangkap KM Sudita I di perairan Anambas. Kapal berbobot 109 GT itu membawa 13 Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara (WN) Thailand. Saat ini kapal itu sudah diamankan di dermaga Satker PSDKP Barelang Batam.

Tiga hari berikutnya, Selasa (10/3) giliran KP Macan Tutul 002 menangkap dua kapal Vietnam di sekitar kepulauan Natuna, masing-masing KM Seroja yang berbobot 110 GT dengan ABK 15 WN Vietnam, dan KM Serasi yang berbobot 110 GT dengan ABK 15 WN Vietnam.


“Sekarang sedang dalam perjalanan menuju Batam, dikawal kapal patroli,” ujar Asep Burhanuddin kepada wartawan di Batam.

Ketiga kapal yang menggunakan alat penangkap ikan terlarang berupa trawl itu kata Asep, diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI).

Kata Asep, kapal dan ABK yang jadi tersangka akan diproses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan. Sedangkan terhadap ABK nontersangka akan dilakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk proses deportasi ke negara asal. (rul/try/ril)