Ini Kata JK Soal Kisruh APBD DKI Jakarta 2015

Wapres Jusuf Kalla
Wapres Jusuf Kalla, Ahok
Wapres Jusuf Kalla

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kisruh APBD DKI Jakarta semakin menyita perhatian masyarakat Indonesia. Gerakan dukung-mendung di kalangan ormas hingga masyarakt pengguna media sosial pun terus bermunculan. Terkait hal itu, Wakil Presiden M Jusuf Kalla meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan DPRD bersikap arif dalam menyelesaikan polemik APBD Tahun Anggaran 2015.

“Mestinya dua-duanya arif menyelesaikannya untuk kepentingan rakyat. Di situ harus diutamakan kepentingan rakyat Jakarta, mestinya mereka segera menyelesaikannya,” kata Wapres di Istana Wakil Presiden di Jakarta, Jumat sore (6/03).

Kisruh Rancangan Perda tentang APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015 yang cukup menyita energi bagi mereka yang berseteru, klimaks saat mediasi, yang difasilitasi Kementerian Dalam Negeri, Kamis (5/3).

Tak terhindarkan, adu mulut pun terjadi dalam rapat penting itu. Teriakan bernada sinis dan cacian yang tak pantas pun muncul.


“Kan Gubernur dan DPRD itu satu. Kalau memang DPRD keliru ya tariklah. Kalau Ahok yang keliru , ya ditarik juga perkataan (kasar) itu,” tambahnya.

JK turut mengapresiasi langkah Kemendagri untuk menggelar mediasi tersebut.

“Itu sudah benar di situ. Artinya kalau terjadi masalah di jajaran bawah, seharusnya atasannya memediasi, membantu menyelesaikannya,” ujar JK.

Seperti diketahui, kisruh anggaran DKI Jakarta tersebut bermula dari draf yang diserahkan Gubernur Basuki kepada Kemendagri dengan format elektronik atau e-budgeting. Kemudian, DPRD DKI Jakarta juga menyerahkan draf RAPBD yang ditengarai oleh Gubernur terdapat pos anggaran baru senilai Rp12,1 triliun untuk pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) atau penyimpan daya sementara untuk Dinas Pendidikan.

Terkait penyelesaian melalui hak angket oleh DPRD DKI dan pelaporan ke KPK oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait konflik pembahasan APBD 2015, Mendagri justru mendorong agar upaya keduanya terus dilanjutkan. (tya/ril)