Sadis…! ISIS Paksa Seorang Ibu Makan Daging Anaknya Sendiri

Seorang nenek yang menceramahi anggota ISIS (Foto: ITV)
Seorang nenek yang menceramahi anggota ISIS (Foto: ITV)
Seorang nenek yang menceramahi anggota ISIS (Foto: ITV)

POJOKSATU.id, INGGRIS – Yasir Abdulla, seorang penjaga keamanan dari Keighley, West Yorkshire, Inggris Raya, yakin dan sudah bulat tekatnya untuk pergi ke Irak dan melawan ISIS.  Alasannya sangat kuat dan mendasar, setelah mendengar kabar bahwa pasukan separatis Islamic State of Iraq al Sham (ISIS), telah memaksa seorang ibu yang mencoba menemui anaknya yang menjadi korban penculikan ISIS untuk memakan daging anaknya sendiri.

Seperti dilansir Dailymail Senin (2/03),  sebelum bergabung untuk menghalau ISIS, pria berusia 36 tahun itu mengatur seragam tempur secara online seharga £100 (Rp1,9 Juta). Setelah itu, Abdulla pergi ke Kurdistan dan membeli senapan serbu.

Abdulla kemudian bergabung dengan ratusan pasukan Kurdi Peshmerga dan lainnya yang mencoba untuk menghentikan penyebaran ISIS oleh patroli garis depan 10 mil di Irak.

Saat kembali ke Inggris, Abdullah menceritakan kepada The Sun bagaimana sedihnya wanita Kurdi tua, yang berupaya mencari anaknya yang ditangkap ISIS dan dibawa ke Mosul, Irak. Kemudian, kata Abdulla, sang wanita itu melanjutkan perjalanan untuk menemui anaknya.


“Dia bertekad untuk menemukan anaknya dan pergi ke markas ISIS dan meminta untuk bertemu dengannya,” ungkap Abdulla.

Lalu, seorang pria militan menyuruhnya untuk duduk setelah melakukan perjalanan jauh, dan menyuguhkan makanan sebelum bertemu anaknya.

“Mereka membawa secangkir teh, daging dimasak, nasi dan sup,” cerita Abdulla.

Setelah sang ibu selasai menyantap makanan itu, kemudian dia meminta untuk melihat anaknya kembali. Namun, apa yang terjadi, para militan tertawa dan berkata, “Anda baru saja memakan dia,” ujar militan ISIS.

Selama Abdulla berada di garis depan, dia mengungkapkan bagaimana ISIS meneror penduduk setempat dengan memanggil dan mengancam akan menculik mereka. Tak hanya itu, pasukan ISIS juga mengancam bakal mengubur mereka hidup-hidup jika mereka menyerah.

Dia juga menceritakan bagaimana kelompok teror membunuh tahanan mereka, menangkap dengan melemparkan mereka pada api unggun. Dia pun melihat sepupunya tewas dalam serangan ISIS.

Tapi, meskipun Abdulla telah kembali ke keluarganya di Yorkshire, ia sangat ingin kembali ke Kurdistan dan mengatakan ingin menyelesaikan pekerjaan dalam mengalahkan ISIS. (ril)