Begini Dilema KPK Tangani Perkara Budi Gunawan

Jaksa Agung M. Prasetyo
Jaksa Agung M. Prasetyo
Jaksa Agung M. Prasetyo

POJOKSATU – Setelah melalui koordinasi bersama antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, Kepolisian, Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Koordinator Politik Hukum Keamanan, akhirnya diputuskan bahwa kasus Komjen Budi Gunawan (BG) diserahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Langkah ini diambil karena ada dilema yang terjadi bila KPK terus menangani kasus tersebut. Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, menjelaskan ihwal pelimpahan penyidikan perkara BG dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Kejaksaan, karena pada intinya menurut dia, ada dilema hukum yang dihadapi KPK setelah Pengadilan mengabulkan gugatan praperadilan Budi Gunawan.

Satu sama lain aturan saling berbenturan. Di satu sisi menurut peraturan, KPK tak bisa menghentikan perkara yang telah disidik. Begitu juga dengan kasus yang menyangkut Budi Gunawan, sehingga tak bisa dihentikan. Di sisi lain, Pengadilan membatalkan keputusan KPK menetapkan status tersangka kepada Budi Gunawan.

“Penanganannya harus ditinjau ulang. Persoalannya adalah, KPK tidak mungkin menghentikan perkara yang tengah dilakukan penyidikan. Di sisi lain keputusan Pengadilan final dan mengikat,” kata Jaksa Agung di kantor KPK, Jakarta, Senin (02/03).


Saat itu, Jaksa Agung mendatangi KPK untuk berkoordinasi terkait sinergitas dalam pemberantasan korupsi. Koordinasi itu dihadiri sejumlah tokoh, antara lain, Pelaksana Tugas Kepala Polri, Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, serta Menko Polhukam, Tedjo Edhy Purdijatno.

Prasetyo juga menjelaskan bahwa perkara yang menyangkut Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, tidak sama dengan perkara Budi Gunawan. Menurut dia, perkara Samad dan Bambang masih tetap akan ditangani Polri.

“Prosesnya akan tetap berjalan, Kejaksaan sudah menerima SPDP, Jaksa Penuntut Umum harus menunggu hasil penyidikan dari Mabes Polri dalam berkas perkara. Nantinya akan melalui proses pra penuntutan,” ujarnya. (yat/ian/ril)