KPK Kebanjiran Gugatan Praperadilan Tersangka Korupsi

Plt Pimpinan KPK, Taufiqurrahman Ruki ( pegang mic) saat ditanya para wartawan.
Plt Pimpinan KPK, Taufiqurrahman Ruki ( pegang mic) saat ditanya para wartawan.
Plt Pimpinan KPK, Taufiqurrahman Ruki ( pegang mic) saat ditanya para wartawan.

POJOKSATU – Ibarat membuka kotak Pandora, Komjen Budi Gunawan telah membuka celah bagi para tersangka koruptor untuk melakukan pembelaan dini. Budi Gunawan berhasil memenangkan sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, atas tuduhan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait rekening gendut.

Upaya yang berhasil tersebut kemmudian diikuti oleh beberapa tersangka lainnya. Mereka, ramai-ramai menggugat KPK lewat sidang praperadilan.. Menanggapi hal itu, Ketua KPK Taufiqurachman Ruki, mengaku pihaknya tidak bisa membendung upaya para tersangka korupsi untuk mengajukan praperadilan.

“Kami tidak mungkin mengatakan kepada para tersangka, hei.. jangan praperadilan dong. Ngga mungkin, itu hak mereka,” ujar Ruki usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (24/o2).

Menurut Ruki, selama proses hukum para tersangka itu masih ditingkat penyidikan, maka mereka berhak mengajukan praperadilan. Kecuali, para tersangka itu sudah menjalani proses di pengadilan, sekalipun baru sidang perdana.


Menghadapi gugatan-gugatan tersebut, Ruku mengaku pihaknya akan bekerja lebih ekstra untuk memenangkan praperadilan.

“Kami harus siap dengan penyidik kami untuk menghadapi praperadilan, termasuk meminta bantuan pengacara yang menguasai masalah itu,” jelasnya.

Memang, seperti yang telah diprediksi, putusan hakim Sarpin terkait penetapan tersangka dari KPK pada Komjen Budi Gunawan memang memberi efek yang besar. Pndangan para pakar hukum menjadi terbelah. Hal ini menjadi peluang bagi tersangka korupsi  untuk menyelamatkan diri. Awal pekan ini, politisi PPP sekaligus mantan Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan akan melakukan PK atas penetapannya sebagai tersangka oleh KPK. Hal yang sama juga disampaikan oleh pengacara mantan Bupati Bangkalan, Jawa Timur, Fuad Amin Imron. Kabarnya, Anas Ubraningrum juga demikian. Bahkan seorang pedagang sapi di Banyumas pun, Mukti Ali, mengajukan gugatan praperadilan ke PN Purwokerto atas penetapan status tersangka atas dirinya. (ril)