Ngebet Ngantor di Bogor, Jokowi Jaga Jarak dari Mega

Berita terkini
Presiden Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri

POJOKSATU – Keinginan Presiden Jokowi berkantor di Istana Kepresidenan Bogor dinilai hanya aka menghambat kinerja kabinetnya. Termasuk akan memperlambat kebijakan birokrasi dan eksekusinya.

“Misalnya, menteri harus rapat di Bogor. Lalu menteri tersebut, setelah pulang dari Bogor, harus juga mengadakan rapat lagi di kementeriannya dengan eselon satu. Jarak Bogor-Jakarta begitu panjang, hal ini menjadi sangat lambat, dan waktu hanya habis dijalan, ini tentu tidak sesuai dengan motto Jokowi kerja, kerja, kerja,” sebut Direktur Centre For Budget Anggaran (CBA) Uchok Sky Khadafi kepada redaksi, Minggu (22/2).

Menurutnya, ini menimbulkan pertanyaan publik, kenapa Presiden berkantor di Istana Bogor. Apakah hanya untuk menghindari lawan-lawan politiknya, atau mungkin untuk membuat jarak dengan ketua umumnya di PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Padahal, mbak Mega baik lho pak Jokowi, kalau ada maunya. Jadi tidak usahlah di Istana Bogor, kembalilah ke Istana Jakarta,” ujar Uchok.


Ia menambahkan, belum lagi untuk 34 menteri ditambah ajudan, ditambah sopir hanya bikin macet, dan bunyi patwal membuat ketenangan masyarakat Bogor terganggu, dan itu hanya bikin budek kuping orang Bogor.

“Untuk itu saya meminta kepada Presiden Jokowi untuk segera pindah dari Istana Bogor ke Istana Jakarta.” tandas Uchok. (rus/rmol/lya)