Valentine, Sidak Coklat Berhadiah Kondom

SIDAK: Tim gabungan Pemkot Kediri mencari cokelat berhadiah kondom yang beredar di kalangan sejumlah pelajar. (Jawa Pos Radar Kediri)
SIDAK: Tim gabungan Pemkot Kediri mencari cokelat berhadiah kondom yang beredar di kalangan sejumlah pelajar. (Jawa Pos Radar Kediri)
SIDAK: Tim gabungan Pemkot Kediri mencari cokelat berhadiah kondom yang beredar di kalangan sejumlah pelajar. (Jawa Pos Radar Kediri)

POJOKSATU – Tim gabungan Pemkot Kediri melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan razia di sejumlah supermarket yang disinyalir beberapa waktu lalu menjual coklat berhadiah kondom, Jumat (13/2).

Tim itu beranggota dinas perindustrian, perdagangan, pertambangan, dan energi (disperindagtamben); dinas sosial, tenaga kerja, dan transmigrasi (dinsosnakertrans); dinas kesehatan (dinkes); dan satpol PP. Mereka melakukan sidak mulai pukul 11.00.

Yang menjadi sasaran sidak untuk kali pertama adalah stan cokelat di gerai perbelanjaan Hypermart. Di pusat perbelanjaan terbesar di Kota Kediri tersebut, petugas tidak menemukan cokelat berhadiah kondom yang dicari. Lantas, tim melanjutkan sidak ke Golden Swalayan hingga Artha Swalayan di Jl Hayam Wuruk. Tetapi, seperti halnya di Hypermart, petugas tidak menemukan cokelat berhadiah kondom tersebut.

’’Sidak yang kami lakukan ini menindaklanjuti laporan tentang beredarnya cokelat berhadiah kondom di kalangan pelajar,’’ kata Kepala Disperindagtamben Kota Kediri Yetty Sisworini.


Menurut Yetty, jika cokelat berhadiah kondom tersebut tetap dibiarkan beredar, pihaknya khawatir terjadi keresahan di masyarakat. Apalagi, cokelat sering dijadikan sebagai hadiah bagi yang merayakan Valentine’s Day.

Karena itu, petugas sengaja melakukan antisipasi melalui sidak. Jika menemukan cokelat berhadiah kondom tersebut, petugas akan langsung menarik. Sayangnya, sidak itu tidak membawa hasil. Sebab, setelah membuka semua kemasan cokelat produksi UKM yang terdapat di sejumlah swalayan dan pusat perbelanjaan, petugas tidak menemukan hadiah kondom dalam kemasan cokelat tersebut.

Kepala Dinsosnakertrans Kota Kediri Dewi Sartika menyebut, sebelumnya petugas mendapat informasi soal peredaran cokelat berhadiah kondom di sekolah. ’’Ada siswa yang membawa kondom di sekolah. Katanya, hadiah (pembelian) cokelat,’’ ungkapnya.

Dewi menuturkan, tim gabungan sebenarnya juga mengajak dinas pendidikan (dispendik) untuk melakukan sidak ke sejumlah sekolah, khususnya sekolah menengah atas (SMA). ’’Tetapi, setelah koordinasi dengan dispendik tadi, ternyata para siswa sudah pulang. Sekolah sudah kosong,’’ ujarnya.

Selain melakukan sidak cokelat berhadiah kondom, lanjut Dewi, dinsosnakertrans dan satpol PP merazia sejumlah hotel di Kota Kediri. Razia tersebut sengaja dilakukan untuk mengantisipasi keberadaan pasangan bukan suami istri yang merayakan Valentine’s Day di hotel. ’’Sekarang ada tren merayakan Valentine’s Day di hotel. Kami ingin mencegah sehingga melakukan razia,’’ terang Dewi. (ut/JPNN/c23/dwi)