Operasi Pencarian AirAsia Diskors hingga Imlek

AirAsia

POJOKSATU – Cuaca buruk yang terjadi di Selat Karimata membuat operasi pencarian korban pesawat AirAsia QZ8501 dihentikan sementara. Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya F. Henry Bambang Soelistyo mengatakan, operasi ditunda hingga tujuh hari mendatang.

”Ini hanya sementara. Diperkirakan, setelah Imlek cuaca sudah baik kembali,” ungkapnya saat dihubungi Jumat (13/2).

Soelistyo menjelaskan, cuaca buruk di Selat Karimata terpantau dari kecepatan angin yang mencapai 40 knot. Selain itu, arus bawah laut mencapai 5 knot. Hal tersebut menyulitkan tim melakukan pencarian sejak empat hari terakhir. ”Belum lagi ditambah hujan besar yang tiba-tiba datang,” ucap pria kelahiran Jogjakarta itu.


Selain alasan cuaca, menurut Soelistyo, tim yang berada dalam dua kapal Basarnas dan satu kapal SKK Migas tersebut harus menepi karena persoalan logistik. Dia menerangkan, persediaan logistik tiga kapal itu telah menipis. Baik dari persediaan bahan bakar, air bersih, maupun makanan. Karena itu, kemarin tim telah menepi ke Teluk Kumai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. ”Biar sekalian kan? Sambil menunggu cuaca baik kembali,” ujarnya.

Di sisi lain, sebelum penghentian sementara dilakukan, tim telah berhasil memasang dua dari empat lifting bag di badan pesawat. Dua lifting bag tersebut berkekuatan 5 ton yang dipasang di sebelah kiri dan 10 ton di tengah. Untuk meminimalkan kemungkinan kembali jatuh seperti sebelumnya, tim gabungan juga telah mengikat lifting jacket pada bodi pesawat.

Soelistyo mengaku masih belum tahu kapan bodi pesawat diangkat. Sebab, menurut dia, tim masih berkonsentrasi pada pencarian korban pesawat yang jatuh pada 28 Desember tahun lalu itu. ”Nanti kami ikat ke crash onix, lalu ditarik. Tapi, itu nanti, masih lama,” papar jenderal bintang empat tersebut. (mia/c9/end/dep)