Masjid Imamia Diserang saat Salat Jumat, 20 Tewas, 45 Terluka

Suasana usai penyerangan di Masjid Imamia. Foto: AFP
Suasana usai penyerangan di Masjid Imamia. Foto: AFP
Suasana usai penyerangan di Masjid Imamia. Foto: AFP

POJOKSATU – Sedikitnya 20 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka dalam sebuah serangan ke Masjid Imamia di Peshawar, Pakistan. Aksi yang dilakukan oleh kelompok militan ini terjadi sekitar saat salat Jumat (13/2).

Tak berapa lama, kelompok Taliban mengklaim bertanggungjawab atas serangan ini. Dalam sebuah pernyataan, mereka mendedikasikan serangan ini sebagai balas dendam atas kematian kader mereka.

Serangan kali ini melibatkan tiga penyerang dengan granat plus senapan Kalashnikov dan rompi bunuh diri. Aksi ini terjadi dua minggu setelah bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Pakistan selatan yang menewaskan 61 orang.

Kepala Polisi Khyber Pakhtunkhwa, Nasir Durrani membenarkan, sedikitnya 20 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka. Tiga penyerang juga ikut tewas.


“Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) mengirimkan sebuah email yang mengatakan aksi itu sebagai balas dendam untuk militan yang dikenal sebagai Dokter Usman, yang digantung pada Desember. Ini merupakan darah untuk darah, yang akan terus. Pemerintah harus mengharapkan lebih dan lebih sulit tanggapan,” katanya, seperti dilansir AFP, Jumat (13/2)

Saksi mata Mohammad Khalil mengatakan, sebuah ledakan besar mengguncang ruang utama masjid saat doa terakhir. Kemudian orang-orang bersenjata mulai menembaki jamaah. Pihak kepolisian menambahkan, serangan itu dimulai ketika militan masuk dari sebuah bangunan, memotong kawat berduri untuk masuk ke kompleks masjid.

“Salah satu pelaku bom bunuh diri meledakkan diri di beranda masjid, sementara yang lain ditembak mati oleh polisi di dalam ruang utama. Penyerang ketiga tertangkap oleh orang-orang, tetapi juga akhirnya tewas,” tutur Durrani. (adk/jpnn)