Ini Isi Surat Anas Urbaningrum Soal Polemik KPK-Polri

Anas Urbaningrum
Anas Urbaningrum
Anas Urbaningrum

POJOKSATU- Jika selama ini Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum sering menyinggung perkembangan politik terkini melalui kicauannya di akun twitter nya @anasurbaningrum. Namun kali ini terpidana kasus Hambalang itu menulis surat yang kemudian disampaikan melalui pengacaranya, Handika Honggo Wongso, ke KPK, pada Jumat (13/2).

Surat itu berisi situasi terkini yang melibatkan KPK dalam polemik perseteruan dengan Polri, yang dimana para pimpinannya dilaporkan dengan perkara pidana di kepolisian.

Dengan perumpamaan “imam yang kentut”, ia mengimbau imam sadar untuk segera meninggalkan posisinya untuk diganti salah satu makmumnya.

Sebelum di surat pertama Anas menekankan bahwa penyelamatan KPK harus dilakukan lewat cara yang benar. Bukan dengan cara membela orang-orang bermasalah yang ada di dalam KPK.


Inilah isi surat Anas Urbaningrum yang kedua berjudul: “Imam Kentut, Shalat Jamaah Jalan Terus”

1. Apakah shalat berjamaah harus bubar kalau imamnya kentut? Jelas tidak. Shalat berjamaah tetap sah dan bisa dilanjutkan dengan cara melakukan penggantian imam.

2. Justru shalat berjamaah akan tidak sah kalau imam yang kentut tetap dibiarkan melanjutkan tugasnya, baik karena imamnya tidak mau diganti atau lantaran ma’mumnya tidak ada yang mau menggantikan.

3. Idealnya, imam yang kentut, sadar untuk segera meninggalkan posisinya untuk diganti salah satu makmumnya. Makmum juga harus berani mengingatkan imamnya. Jangankan imam yang kentut, imam yang salah bacaan saja harus diingatkan.

4. Jika sekarang ada masalah, yang bermasalah di KPK bukan shalat berjamaahnya. Yang dianggap bermasalah adalah imamnya. Lembaga KPK dapat diselamatkan dan harus diselamatkan. Jangan sampai karena imamnya yang kentut lalu shalat berjamaahnya jadi bubar.

5. KPK wajib diselamatkan dan bahkan diperkuat andaikan ada imamnya yang melakukan pelanggaran etik atau hukum. Terhadap imam KPK harus diberikan kesempatan membela diri secara adil, agar jelas dinyatakan bersalah atau tidak bersalah. (ald/rmol)