Berhemat, Ketentuan Uji Publik dalam Revisi UU Pilkada Dihapus

pilkada serentak
Ilustrasi. Warga menyalurkan hak pilihnya saat pilkada
Ilustrasi. Warga menyalurkan hak pilihnya saat pilkada
Ilustrasi. Warga menyalurkan hak pilihnya saat pilkada

POJOKSATU – Dengan alasan hemat anggaran dan waktu, DPR dan Pemerintah menghapus ketentuan uji publik bagi calon peserta Pemilukada dalam revisi Undang undang Pilkada.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB, Abdul Malik Haramain, mengatakan pihaknya bersama pemerintah yang diwakili Menteri Dalam Negeri, serta Komisi Pemlihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu, telah menyepakati penghapusan tersebut.

Menurutnya, dihapuskannya ketentuan uji publik dalam pilkada langsung diimbangi dengan dihapuskannya pendaftaran bakal calon. Dengan demikian, diharapkan ada penghematan dari sisi waktu sekitar tiga sampai empat bulan, dan penghematan anggaran yang signifikan dalam tahapan pelaksanaan pilkada.

“Tahapan pendaftaran bakal calon dan uji publik dihapus. Uji publik kita serahkan ke partai politik, untuk mengurangi panjangnya tahapan pilkada yang juga otomatis mengurangi anggaran pilkada,” kata Malik, Jumat (13/02).


Sementara itu, anggota Komisi II DPR dari Fraksi PPP, Arwani Thomafi, dengan dihapuskannya dua ketentuan tersebut, maka total tahapan dalam pilkada langsung menjadi 17 bulan sampai dengan pelantikan.

Untuk diketahui, syarat uji publik dalam pilkada muncul karena pelaksanaan pilkada sempat disahkan melalui DPRD pada akhir September 2014. Susilo Bambang Yudhoyono yang menjadi Presiden ketika itu kemudian mengeluarkan Perppu.

Dalam perppu yang dikeluarkan SBY, ada 10 perbaikan yang dikeluarkan sebagai syarat pengeluaran perppu. Salah satunya adalah uji publik.

Uji publik diajukan SBY dengan alasan, bisa mencegah adanya calon yang buruk dan kapasitas rendah. Namun, uji publik ini tidak menggugurkan hak seseorang untuk maju sebagai gubernur, bupati, dan wali kota. Ketentuan uji publik itu kemudian akan digugurkan karena pilkada kini ditetapkan kembali digelar langsung.(ono/ril)