Tambang Emas Maut Telan Lima Nyawa Itu Ilegal!

Ilustrasi
Tim penyelamat melakukan evakuasi di lokasi penambangan. Foto Guruh/pojoksatu.id
Tim penyelamat melakukan evakuasi di lokasi penambangan. Foto Guruh/pojoksatu.id

POJOKSATU – Penambangan emas Gunung Rosa di Kampung Tugu Gunung Mas RT 03/01 Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, merupakan tambang ilegal.

Areal penambangan yang masuk wilayah pemegang izin pertambangan PT Cikondang Kancana Prima (CKP) hingga saat ini masih dalam masa restorasi.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur, Dodi Permadi melalui Inspektur Tambang Rizky Firmansyah mengungkapkan, lokasi penambangan emas tersebut masuk wilayah areal yang telah dibebaskan oleh PT CKP dari total keseluruhan seluas 60 hektar.

Namun pihak CKP, meski sudah mengantongi IUP, hingga kini belum melakukan proses produksi sama sekali. “Kami bisa pastikan, adanya aktivitas penambangan itu jelas merupakan aktivitas ilegal. Karena hingga saat ini pemegang IUP itu belum melakukan produksi,” kata Rizky saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (12/2).


PT CKP selaku pemegang IUP, lanjut Rizky, saat ini masih dalam restorasi. Meski sudah memegang izin sejak dua tahun lalu, namun hinggi kini perusahaan tersebut masih belum bisa melakukan produksi. Pasalnya sarana dan prasana yang diminta di dalam ketentuan proses pertambangan masih belum dilengkapi. (Baca Juga : Ini Daftar Lima Penambang Naas yang Terkubur Hidup-Hidup di Cianjur)

“Saat ini sedang menyiapkan sarana dan prasarananya. Ada sejumlah kendala menurut pihak perusahaan hingga saat ini belum bisa melakukan produksi,” terangnya.

Salah satu kendala yang hingga saat ini belum teratasi adalah masih banyaknya penambang ilegal yang sulit untuk ditertibkan. Pihaknya mengaku sudah merekomendasikan sejak dua tahun silam ke Satpol PP mengenai keberadaan penambangan ilegal tersebut untuk ditertibkan.

“Pernah ditertibkan, namun masih ada saja yang muncul kembali. Sekarang kuncinya tinggal Satpol PP saja. Apakah punya keberanian untuk menertibkan atau tidak. Rekomendasi juga kami sudah disampaikan sejak lama. Ada tidak keberanian Satpol PP untuk menertibkan, jangan dibilang mandul,” katanya.

Pihaknya berharap, dengan adanya kecelakaan yang menimpa penambang ilegal tersebut bisa diambil hikmahnya. Selain itu, ia pun meminta kepada pihak-pihak terkait dan berkepentingan untuk ikut turun tangan langsung. Jika tidak, sangat dimungkinkan bakal jatuh lagi korban jiwa lainnya.

“Sebenarnya pemerintah yang rugi jika PT CKP selaku pemegang ijin hingga saat ini belum bisa melakukan produksi. Secara otomatis tidak ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masuk,” paparnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin mengungkapkan, pihaknya akan bersikap tegas berkenaan dengan hal ini. Oting pun bakal segera memanggil para pihak yang terkait dengan penambangan emas di Gunung Rosa. Terutama, pihak pemegang IUP yang hingga kini belum melakukan aktivitas produksinya.

“Kita akan undang mereka dalam waktu dekat ini untuk didengarkan keterangannya. Kita ingin tahu apa kendalanya yang dihadapi. Baru kita akan mengambil langkah-langkah strategis terkait belum dilaksanakannya produksi,” terang Oting.

Diakuinya, selama ini persoalan tambang emas di Gunung Rosa tidak terlepas dengan adanya penambang liar. Untuk itulah, dengan duduk bersama akan dilakukan upaya mencari solusi agar kedua belah pihak, baik masyarakat maupun pemegang IUP tidak saling bersinggungan.

“Kita berharap pihak pengusaha bisa secepatnya melakukan produksi. Tapi juga tidak mengganggu aktivitas warga. Formulanya bagaimana, itu tergantung nanti hasil musyawarah,” tutupnya.(ruh/dep)