Pilkada Serentak 2015 Pertimbangan Kesiapan KPU

5112-e1423568440575

POJOKSATU- Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengungkapkan tetap konsisten untuk pelaksanaan Pilkada serentak di tahun 2015. Meski begitu, pemerintah harus mempertimbangkan kesiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

“Pemerintah inginnya konsisten pilkada serentak bertahap di 2015. Tapi kan tergantung KPU siap atau tidak. Yang mengetahui rincinya kan KPU,” kata Tjahjo di kantor Kemendagri, Kamis (12/2).

KPU sebagai penyelenggara Pilkada justru menginginkan Pilkada serentak dimundurkan menjadi 2016. Pertimbangannya dilakukan pelaksanaan satu tahun anggaran, dan kemungkinan dua putaran.


Merespon hal tersebut, kata Tjahjo, bila KPU merasa kekurangan waktu dalam menggelar pilkada di 2015. Maka bisa saja diakali dengan revisi Undang-Undang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota, untuk memperpendek masa tahapan Pilkada.

“Tidak masalah kalau diperpendek masa tahapannya. Misalnya soal kampanye, itu kan bisa dipotong karena si figur calon kepala daerah pasti sudah tahu peta daerahnya.  Sehingga bisa dipersingkat saja kampanyenya,” lanjut Tjahjo.

Pertimbangan lainnya, bila Pilkada serentak ini dimundurkan menjadi 2016, maka Pilkada tahap berikutnya juga akan ikut mundur.  Selain itu bila dimundurkan menjadi 2016, lanjut Politisi PDIP itu, maka biaya yang harus dikeluarkan oleh 204 daerah yang telah menganggarkan Pilkada serentak di tahun 2015, bisa bertambah besar.

“Kemendagri sudah cek di 204 daerah itu, dan anggaran sudah siap semua. Nah, daerah yang harus pilkada di 2015 ini tidak mau mundur karena kalau mundur bisa cost lagi. Nah rencananya kami ingin bertemu KPU malam nanti,” tukasnya. (adn)